
Bitung – Kelanjutan pembebasan lahan tol Manado-Bitung belum jelas kelanjutannya tahun ini. Pasalnya menurut Ketua Komisi B, Ronny Boham, anggaran untuk pembebasan lahan tol hanya ada di APBD 2012 dan tahun ini tidak lagi dianggarkan.
“APBD induk 2013 tidak ada dana pendamping untuk pembebasan lahan tol,” kata Boham beberapa waktu lalu.
Menurutnya, dana pendamping pembebasan lahan tol hanya ada di APBD 2012 sebesar Rp10 miliar. Itupun anggaran tersebut menjadi Silpa karena tidak habis terpakai pada tahun 2012 dan tidak mungkin kembali dianggarkan di APBD 2013.
“Inikan hanya dana penamping yang hanya memperbolehkan satu tahun sekali dianggarkan dan tahun berikutnya disesuaikan dengan kas daerah jika memang masih mau dianggarkan,” jelas Boham.
Disinggung soal dana dari Proponsi, Boham mengaku dari tahun 2012 ia sudah mendengar tapi hingga tahun ini belum ada realisasi. “Angka pastinya juga kita tidak tahu berapa yang akan diberikan Propinsi untuk membantu pembebasan lahan tol,” katanya.(enk)

Sebait berita tentanng tol Manado Bitung: ………………………..
“Sehebat apa pun, kalau belum layak secara ekonomi,masih sulit terwujud dan diminati.Apalagi secara finansial juga masih belum layak, karena itu kita evaluasi lagi kelayakannya,”kata dia.
Djoko menjelaskan, dari kelima proyek tol yang akan ditenderkan tersebut,empat ruas sudah memenuhi standar sesuai hasil studi kelayakan secara ekonomi. Namun, secara finansial masih perlu dukungan dari pemerintah. Sedangkan ruas Manado-Bitung,dari hasil penelitian dan kajian Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), masih belum layak sehingga akan direevaluasi.
Ralat:
Dari awal kita sama sekali tidak percaya urgensi jalan toll ini. Dari segi business sulit dipertanggung jawabkan nilai keekonomiannya. Cuma Pemprov Sulut yang sangat gencar kasak kusuk ke Pusat, pada hal Menteri PU dalam berbagai kesempatan tidak merekom. Kenapa ??Satu: Dana APBN terbatas DUA: Proyek tidak feasibel, investor ndak mau merugi. Benang merahnya; Ada udang dibalik batu:: Ndak percaya..Hayoo..kita debatdicopy darat..Catat ini..
Sebagai warga Sulut dirantau sangat malu membaca pemberitaan seolah pembangunan sudah berhasil, padahal nyatanya ketika pulang kampung: PRIHATIN.. Semua keluarga koment, cuma dikoran yang hebat, torang so payah..Kaitan itu Jalan Tol realistis belum dan tttidak diperlukan. Komoditi apa yg diandalkan utk ekspor ?? Cilaka dua belas Pemerintah Propinsi yang gemar dan gencar PENCITRAAN… Arorooooyyyyy…
Dari awal kita percaya urgensi jalan toll ini. Dari segi business sulit dipertanggung jawabkan nilai keekonomiannya. Cuma Pemprov Sulut yang sangat gencar kasak kusuk ke Pusat, pada hal Menteri PU dalam berbagai kesempatan tidak merekom. Kenapa ??Satu: Dana APBN terbatas DUA: Proyek tidak feasibel, investor ndak mau merugi. Benang merahnya; Ada udang dibalik batu:: Ndak percaya..Hayoo..kita debatdicopy darat..Catat ini..