MANADO – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di SPBU-SPBU dan Minyak Tanah (MT) di pangkalan-pangkalan resmi akhir-akhir ini menjadi pemberitaan di berbagai media. Bahkan ini terjadi bukan hanya pada salah satu kabupaten dan kota. Pantauan wartawan media ini, kelangkaan tersebut terjadi merata di Provinsi Sulawesi Utara
Kelangkaan ini mendapat respon dari lumbung akademisi Sulawesi Utara, Gerdi Worang kepada beritamanado mengatakan, bahwa kelangkaan ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang mengeluarkan kebijakan BBM bersubsidi serta Konversi Minyak Tanah ke Gas.
“Kelangkaan yang terjadi saat inikan dipicu dengan kebijakan pemerintah melalui Pertamina yang mengeluarkan tentang subsidi BBM, dan Konversi Minyak Tanah,” katanya, Senin (6/12) tadi.
“Padahal mengeluarkan sebuah kebijakan terkait dengan hajat hidup orang banyak haruslah mempunyai limit implementation, bukan sekedar mengeluarkan kebijakan lalu melepas tangan atas kebijakan tersebut,” kritik Worang yang merupakan staff pengajar Fakultas Ekonomi Unsrat ini.
“Yang terjadi saat ini kan adalah sebuah proses politik pembiaran dari pemerintah melalui Pertamina terhadap kebijakan yang dikeluarkan. seharusnya pemerintah lebih mempertimbangkan pada proses bagaimana untuk mendampingi kebijakan tersebut, misalnya melakukan pamantauan secara intensif guna mengetahui perkembangan dari kebijakan tersebut,” lagi kata kandidat doktor salah satu universitas di Australia ini.
Pernyataan dukungan datang juga dari DR. Ferry Liando yang merupakan akademisi Fisip Unsrat. Liando melihat hal ini terjadi karena pemerintah dalam membuat kebijakan tidak melibatkan publik. “Satu kelemahan yang selalu dilakukan dalam sebuah kebijakan yaitu minimya keterlibatan publik, padahal sebuah kebijakan harus melalui debat serta kajian publik,” kata Ferry menutup pembicaraan dengan beritamanado. (jk)

Lama2 qta leh so pastiu dgn ini kelangkaan. Pertamina bilang kelangkaan BBM bulan november-oktober gara2 mo simpan for bulan desember, maar sekarang so bulan desember lebe parah depe kelangkaan….
Minyak tanah so beti2 leh dgn BBM. Somo natal bagini horas2 beking kukis maar ini minyak tanah so nda mendukung. Pake gas leh tako2 mo polote…..
Kurang apa leh ini manado, so banjir, minyak tanah susah, BBM langka, banjir sana-sini, mati2 lampu terus, macet so nentau jam, so lebe lengkap samua…..