Lainnya

Karnaval Figura Ramaikan Kunci Taong di Manado

MANADO – Tradisi figura sudah mentradisi digelar setiap bulan pertama setelah akhir tahun digelar di Kota Manado. Dulu sewaktu Wali Kota Manado dipegang Ir Lucky Korah MSi, lomba figura digelar di  sepanjang jalan Boulevard.

Kabarnya tradisi figura ini berawal dari kedatangan Bangsa Portugis di tanah Minahasa, figura ini merupakan bagian dari asimilasi warga pribumi dengan pendatang Portugis ini.

Tradisi budaya karnaval figura adalah tradisi yang rutin dilakukan warga masyarakat Titiwungen dan Kuhun Manado setiap mengakhiri bulan Januari. Masyarakat sering mengistilahkan tradisi ini sebagai tradisi kuncikan tahun, atau puncak dari seluruh kegiatan perayaan tahun yang baru.

Warga yang turut serta dalam kegiatan karnaval figura ini diharuskan berpasang-pasangan antara pria dan wanita, dimana pria harus menggunakan pakaian dan riasan khas wanita, sedangkan wanita diharuskan mengenakan pakaian dan dandanan ala pria. Selanjutnya dengan diiringi musik tambur dan berbagai alat music lainnya, rombongan ini kemudian berjalan keliling kampung. Tentu saja parade ini menimbulkan tawa setiap warga yang melihatnya.

Seperti yang dilakukan warga kampung Titiwungen, dan Kuhun di Kelurahan Bumi Beringin. Sabtu (29/01), mereka kembali menggelar parade karnaval figura keliling kampung. Terdapat tiga grup yang mengikuti kegiatan ini, yang berasal dari tiga kampung, yaitu Titiwungen dalam, Titiwungen luar, dan Kuhun. Peserta yang ikut ada yang memilih kategori berpasangan dan ada yang perseorangan.

Dari pakaian yang mereka gunakan sangat unik dan beragam. Ada pria yang mengenakan pakaian pesta dan dandanan layaknya wanita yang akan pergi ke pesta, ada juga pria yang sudah tua mengenakan pakaian anak SD yaitu kemeja dan rok dilengkapi dengan dua buah kunciran di rambutnya sambil bergaya anak SD yang nakal sambil dipukul oleh gurunya sepanjang jalan. Pemandangan ini  sungguh mengundang tawa riuh seluruh penonton yang hadir dan menyaksikan atraksi ini mulai dari jalan 17 Agustus sampai ke jalan Sam Ratulangi.

Peserta perempuan yang hadir juga tidak ingin ketinggalan. Ada yang sengaja menjahit sendiri pakaian yang menyerupai pakaian anak-anak lengkap dengan popok besar yang digunakannya. Belum lagi beberapa wanita yang sengaja merias wajah mereka dengan jambang dan kumis layaknya pria. Semua penampilan peserta ini dibuat semenarik mungkin untuk meraih juara satu lomba karnaval figura yang digelar oleh Pria Kaum Bapa inti Titiwungen Kuhun.

Menurut Kepala Kelurahan Bumi Beringin, Maxi Tawalujan S Sos, karnaval figura sudah menjadi tradisi turun temurun warga kampung Titiwungen dan Kuhun, dan merupakan warisan leluhur yang terus dilestarikan keberadaannya. Menurut Maxi, tradisi ini awalnya merupakan budaya orang Portugis, yang merupakan wujud ucapan syukur karena berhasilnya panen petani. “Wujud syukur mereka dinyatakan dengan pria mengenakan pakaian wanita dan wanita mengenakan pakaian pria kemudian mereka berjalan bersama berkeliling kampung,” ungkap Maxi.

Selanjutnya budaya ini masuk dan mengalami proses asimilasi dengan budaya Minahasa, ketika bangsa Portugis masuk ke tanah Toar Lumimuut. “Sejak tahun 1959, tradisi ini mulai dilakukan rutin di kampung tua Titiwungen, dan diberi nama “Figura”. Tradisi karnaval figura kemudian oleh Walikota Lucky Korah  sejak tahun 1989 mulai dijadikan kegiatan rutin pemerintah kota Manado sebagai kegiatan penunjang pariwisata Manado. (Jeje)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara