
Manado – Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil mengajak seluruh anggota Wanita Kaum Ibu (WKI) GMIM untuk memerangi segala bentuk penyakit sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat. hal itu dikatakannya pada peringatan Hari Persatuan (Hapsa) WKI Sinode GMIM yang dipusatkan dilapangan sparta Tikala Manado, Sabtu (26/5).
Kegiatan yang diawali dengan Ibadah Syukur Bersama, dipimpin Ketua Majelis Sinode GMIM Pdt. Piet Tampie, STh MSi, didalamnya panitia pelaksa sempat memberikan surprise berupa kue ulang tahun ke-52 kepada Isteri tercinta Wagub Sulut Ny. Mieke Kansil Tatengkeng, karena tepat hari Sabtu 26 Mei 2012, merayakan hari jadi, serta pelepasan peserta lomba jalan sehat kaum ibu GMIM.
Menurut Kansil, Wanita kaum Ibu GMIM perlu menyikapi realitas yang terjadi ditengah-tengah masyarakat dewasa ini, dimana berbagai bentuk penyakit sosial seperti tindak kekerasan dan kejahatan terhadap kaum perempuan dan anak, traficking, dan permasalahan lainnya yang terjadi pada anak-anak, seperti tawuran, mabuk-mabukan, free sex, penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya harus kita perangi secara bersama-sama dengan seluruh elemen bangsa di daerah ini.
“Karena semuanya itu akan berdampak pada rusaknya masa depan gereja, daerah dan bangsa atau dengan kata lain, kita bisa kehilangan generasi penerus,” ujarnya.
Dengan demikian, maka peran wanita kaum Ibu gereja menjadi sangat strategis untuk semakin berkiprah sebagai pilar utama pembangunan, termasuk dalam upaya antisipasi marginalisasi, bahkan kekerasan (Violence).
“Karena itu, menjadi tepat pada kesempatan ini bagi kaum ibu GMIM untuk terus membaharui tekad,komitmen dan rasa solidaritas yang tinggi dalam menggelorakan semangat berkarya, meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial terutama perhatian terhadap kehidupan kaum perempuan dan anak,” jelas Kansil.
Usai mmeberikan sambutan Wagub, menyerahkan buku hasil karyanya berjudul gerakan sentuh tanah kepada Ketua Majelis Sinode GMIM Pdt. Piet Tampie, Ketua WKI Pnt. Dr. Herlina Damongilala Siwu. (*)
