Ketua DPC PDIP Mitra James Sumendap
Ratahan, BeritaManado.com – Kurang lebih dua bulan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), isu keretakan menerpa kubu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Ketua DPC PDIP Mitra James Sumendap kepada BeritaManado.com, menanggapi dingin adanya kader partai yang disebut-sebut membelot bahkan tidak mengamankan perintah partai untuk memenangkan pasangan calon tunggal di Pilkada Mitra James Sumendap dan Jocke Legi.
“Saya sengaja membiarkan mereka (kader PDIP, red). Mau bekerja silahkan, tidak juga bukan persoalan. Semua ada waktunya,” kata Sumendap dengan santai baru-baru ini.
Dikatakan Sumendap, seorang kader partai apalagi yang duduk sebagai wakil rakyat, jangan sekali-kali melupakan jasa partai apalagi ketua partainya.
“Mereka menjadi besar karena partai dan karena ada ketua partainya. Nah, kalo kemudian ada yang tidak loyal bahkan punya niat menghianati yang membesarkan mereka, tidak masalah toh mereka juga yang akan menerima segala konsekuinsinya,” ungkap Sumendap.
Sumendap sendiri mengaku tak ingin terlalu disibukan dengan adanya isu beberapa kader PDIP yang membelot dan mendukung kotak kosong alias koko. “Tidak ada pengaruhnya jadi untuk apa terlalu persoalkan,” tukas Sumendap.
Sebelumnya beredar melalui beberapa postingan di sosial media facebook, ada kader PDIP yang tak lain merupakan anggota Fraksi PDIP di DPRD Mitra, membuat tulisan bahkan statemen resmi dibeberapa media dengan mempersoalkan program pemerintah diantaranya pemberian dana duka.
Tak itu saja, bahkan beberapa kader PDIP juga dikabarkan meninggalkan James Sumendap dan memilih ikut bergabung dengan tim kotak kosong. Ini terlihat dari beberapa postingan foto yang menunjukan kebersamaan kader PDIP ini dengan beberapa politisi yang gentol mengkampanyekan diri mereka sebagai tim sukses kotak kosong.
(rulan sandag)
