Berita Utama

Joune Ganda ke Guru: Mau Sekolah Lagi Saya Langsung Tanda Tangan, Ada Masalah Nomor Saya 30 Tahun Tidak Pernah Ganti

Joune Ganda ke Guru: Mau Sekolah Lagi Saya Langsung Tanda Tangan, Ada Masalah Nomor Saya 30 Tahun Tidak Pernah Ganti
Joune Ganda bersama ratusan guru pada penutupan Bimtek Penguatan Literasi dan Numerasi bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD, SD, SMP hingga pendidikan kesetaraan di BPMP Sulawesi Utara, Jumat (22/5/2026). Foto: BeritaManado

Penulis: Alfrits Semen | Minahasa Utara

Komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan kembali ditegaskan Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda.

Itu disampaikan Bupati Joune saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD, SD, SMP hingga pendidikan kesetaraan di BPMP Sulawesi Utara, Jumat (22/5/2026).

Di hadapan para tenaga pendidik, Joune tidak hanya berbicara soal program dan target pendidikan.

Ia memilih menyampaikan sesuatu yang lebih mendasar, semangat untuk terus belajar dan keberanian menantang diri sendiri agar tidak berhenti berkembang.

Menurut Joune, kualitas pendidikan tidak mungkin meningkat tanpa kualitas guru yang terus bertumbuh.

Karena itu, ia meminta seluruh guru bekerja dengan penuh totalitas, tanggung jawab, dan semangat memperkuat kapasitas diri.

“Guru adalah fondasi. Kalau gurunya terus berkembang, anak-anak kita juga akan tumbuh dengan kualitas yang lebih baik,” pesannya.

Sebagai bentuk dukungan, Joune menegaskan dirinya memberikan perhatian khusus kepada para guru yang ingin melanjutkan pendidikan.

Bahkan, ia mengaku menjadi pihak yang paling cepat memberikan izin ketika ada guru yang ingin kembali menempuh studi.

“Kalau guru mau sekolah lagi, saya pasti langsung tanda tangan. Karena belajar itu tidak pernah terlambat,” katanya.

Pernyataan itu bukan sekadar motivasi.

Joune berbicara dari pengalaman yang ia jalani sendiri.

Di tengah tanggung jawab besar memimpin daerah, menghadiri agenda pemerintahan, hingga menjalankan tugas pelayanan publik, ia tetap memilih melanjutkan pendidikan hingga berhasil meraih gelar doktor.

Menurutnya, proses itu jauh dari kata mudah.

Ia harus membagi waktu antara kuliah, menyelesaikan berbagai kewajiban akademik, dan tetap memastikan roda pemerintahan berjalan baik.

“Sulit sekali. Apalagi mau doktor. Harus bolak-balik kuliah, mengerjakan banyak hal, sementara tugas sebagai bupati juga tidak berhenti. Tapi semuanya kembali pada niat,” ujarnya.

Joune juga menyampaikan refleksi yang cukup dalam kepada para guru.

Baginya, tambahan gelar bukan tentang status, jabatan, ataupun keuntungan finansial.

Ia menegaskan, gelar baru tidak otomatis mengubah posisi ataupun menambah penghasilan.

Justru ada pengorbanan tenaga, waktu, dan pikiran yang harus dijalani.

Namun di situlah nilai sesungguhnya.

Belajar adalah cara manusia menantang dirinya sendiri agar tidak berhenti bertumbuh.

“Kalau dipikir-pikir, saya tetap bupati juga, tidak bertambah uang, malah capek. Tapi kita harus berani menantang diri untuk menjadi lebih baik. Guru juga harus punya semangat yang sama,” terangnya.

Pesan itu disampaikan dengan nada yang kuat namun dekat dengan keseharian para guru.

Joune ingin para tenaga pendidik di Minahasa Utara tidak merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki hari ini, melainkan terus membuka diri terhadap pengetahuan baru dan peningkatan kompetensi.

Tak hanya memberi motivasi, Joune juga menunjukkan keterbukaan terhadap persoalan yang dihadapi guru di lapangan.

Ia bahkan secara terbuka meminta para guru tidak ragu menyampaikan laporan atau kendala yang dihadapi secara langsung saat bekerja.

“Nomor saya masih sama. Sudah tiga puluh tahun tidak pernah ganti. Kalau memang ada yang harus dilaporkan, langsung sampaikan,” tegasnya.

Joune berharap seluruh peserta Bimtek benar-benar menyerap materi yang diperoleh selama pelatihan di BPMP Sulut dan menerapkannya dalam proses belajar mengajar.

Lebih dari sekadar meningkatkan capaian literasi dan numerasi, ia berharap guru menjadi figur yang membentuk karakter, etika, dan akhlak positif generasi muda Minahasa Utara.

“Keluar dari sini harus membawa bekal baru. Gunakan itu dengan baik, karena kita punya tanggung jawab besar untuk daerah dan masa depan bangsa,” tandasnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara