Berita Utama

Berikan Mandat Jokowi Capres, Bukti Kearifan Megawati

Bendera Megawati Presiden dikibarkan di Karombasan
Bendera Megawati Presiden dikibarkan di Karombasan

Manado – Kader PDI-Perjuangan merespon positif keputusan pencalonan Jokowi sebagai calon Presiden RI 2014-2019. Menurut Julius Golung, kader PDI-Perjuangan Paal Dua, keputusan pencalonan Jokowi merupakan bukti kearifan dan kebijaksanaan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

“Ini bukti kearifan dan kebijaksanaan Ibu Megawati Soekarno Putri. Beliau mampu mengelola semua potensi kemampuan kader diangkat menjadi kekuatan partai. Semua proses dan dinamika internal PDIP bermuara pada happy ending dengan memberikan mandat kepada Jokowi sebagai Capres,” ujar mantan ketua PAC Tikala ini, Jumat (14/03/2014) malam.

Diketahui, Jokowi resmi menjadi calon Presiden RI dari PDI-Perjuangan. Kepastian pencalonan Gubernur DKI Jakarta ini lewat mandat Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarno Putri yang disampaikan langsung Jokowi saat mengunjungi salah-satu kawasan rumah susun di Jakarta, Jumat (14/03/2014) sore.

“Saya telah menerima mandat dari Ketua Umum PDI-Perjuangan Ibu Megawati Soekarno Putri untuk menjadi calon Presiden Republik Indonesia dari PDI-Perjuangan. Dan dengan mengucapkan Wismila saya siap melaksanakan,” tutur Jokowi kepada media. (Jerry)

11 tanggapan untuk “Berikan Mandat Jokowi Capres, Bukti Kearifan Megawati”

  1. Tulisan copas!kurang mo tambah titik-titik..kong smer sadiki dari wiki :)

    Ungke..
    anang tadinya suka jelekin PDIP dan Mega, skarang cenderung ngebela ya?

    Itulah yang di sebut Jokowi effek!
    Mulai dari Mantan Jendral sampai tu kurucu-kurucu jadi panas tu panta kong kaluar asap dari telinga setelah mendengar Jokowi di capres-kan PDIP..

    Sampe Bursa efek saja terdongkrak!

    Tambah di jelek-jelekin tambah jadi si Jokowi.
    Prediksi saya kalau lawan politik Jokowi bermain kotor dan bisanya cuma jelek-jelekin, malah Bisa-bisa Jokowi menang telak sampai 90%. Karna beliau itu sangat down to earth tidak pernah banggakan diri tapi hasil kerjanya nyata dan sangat berbeda di bandingkan dengan pejabat-pejabat yang pernah ada di bumi Indonesia.

    Contoh kecil hasilnya si Joko adalah pengakuan depkeu kemarin kalau dalam setahun saja si Joko bisa nambah PADnya DKI sampe 30 triliun…..sekali lagi 30 trilliun di di kurs USD itu 3 miliard dollar! uang segitu kalau di bangun power plant bisa dapat 3000MW dan kalau di bangun jalan yang kelas 3M/km bisa 15 ribu kilometer.
    Hasil JOKOWI tsb hampir dua kali lipat di bandingkan tahun sebelumnya yang waktu itu DKI belum di pimpin Jokowi.

    Sekarang kita bayangkan kalau Jokowi melakukan hal yang sama dengan Pendapatan Negara kita di tahun-tahun dia memimpin RI nanti.
    Saya yakin, akan sangat masuk akal beliau bisa mendongkrak Pendapatan Negara kita.

    Bayangkan lagi kalau target pendapatan negara yang sekarang sekitar 1.662T terkoreksi positive sebesar 20% saja?
    Sudah banyak tanda-tanda bahwa negara kita akan menuju Adil Makmur kalau di pimpim oleh pemimpin bersahaja anti korupsi, ‘workaholic’ macam JOKOWI.

    Seperti Jokowi membalas dengan rendah hati ejekan2 lawan politik: “Nda usah menjelek-jelekan”.
    Beliau tahu skali untuk tidak pongah dan menantang lawan2nya dengan balik bertanya: “coba sebut apa yang telah kamu lakukan?”

  2. buat einstein yg masi gila dan blum bae2 sederhana saja kalo megawati dan puan berlinangan aer mata kiapa dorang mo ke daerah 2 kong mo kampanye for jokowi???mendingan ngana berobat dan bertobat soalnya ngana pe saki jiwa so tambah parah

  3. @Einstein salut dengan ngana pe analisa dengan ketahanan baketik. pe panjang skali eh, nda lelah tu jare2?

  4. Einstein so tlang mantah – mantah tu hasutan trio macan hehehe

    Apapun alasannya semua yg pernah memimpin partai dan bahkan menjadi presiden pasti ada plus dan minusnya.
    Dinasti keluarga yang paling nyata adalah keluarga sukarno, yang pasti akan terus turun temurun memimpin PDIP, sekali lagi ada plus dan minusnya.
    segala hal yang di tulis Eisntein bisa saja benar dan bisa saja salah … toh akun fitnah yg mirip dengan eisntein kebanyakan asumsi politik dan tidak ada bukti konkrit, dan asumsi tanpa pembuktian konrit dan tanpa pelapor yang jelas adalah FITNAH.
    .
    So, kita lihat saja kedepannya siapa yg akan jadi presiden … JANGAN men-Fitnah dan jangan Meng-Hakimi.
    Biarkan itu berproses karena toh efeknya utk SULUT tidak signifikan …. hehehe
    .
    Yang signifikan adalah … KITA HARUS MANDIRI!.
    .
    Salam,
    Sam

    • hehehehehe…
      einstein bukan termakan hasutan trio macan…malah sebaliknya…einstein yang menghasut mereka…
      Bukan soal siapa yang akan jadi presiden…
      tapi siapa yang dapat ‘membaca’ gelagat orang termasuk jokowi…
      Menurut saya Jokowi masuk dalam daftar profil orang-orang brengsek di Indonesia…hahahaha…
      – Berlagak pilon pura-pura tak mau jadi presiden, padahal kesana-kemari blusukan tak ada manfaatnya semua itu cuma ‘tebar-tebar pesona’ dan cari simpati…
      – belakangan ketika dia tak mampu menangani jakarta termasuk kemacetan dan banjir, penilaian pooling terhadap dirinya anjlok dan dia menunjukkan taringnya…dengan mendesak megawati menyerahkan kekuasaan pdip padanya…
      – akhirnya dia sendiri memproklamirkan dirinya menjadi capres.
      – semua orang terkejut, tapi jokowi sendiri bilang pusing amat dengan etika politik yang penting gw jadi capres,biar harus merebut kendaraan politik orang lain.

      hehehehe…si mr Bejo.

  5. buat brur einstein salah skli ente…soal mandat presiden sama mandat ketua umum beda jaoh brur…deng presiden soekarno partainya PNI (Partai Nasional Indonesia nda ada hubungannya dengan PDIPerjuangan…

    • bro, Yang dirikan PDIP Perjuangan tak lain tak bukan adalah Megawati SukarnoPutri tahun 1999…menjadi Ketua hingga detik ini.
      PDIP didirikan karena PDI yang cikal bakalnya dari PNI… telah DIKUDETA oleh SURJADI…kejadian yang hampir sama dengan yang dilakukan Jokowi…bedanya Surjadi melakukan Kudeta fisik sedangkan Jokowi melakukan Kudeta psikologis.

      Karena itu Megawati mengubah nama partai untuk pendukung setianya menjadi PDIP yang berinovasi menjadi moncong putih.

      Jadi apakah saat ini Megawati juga akan membawa para pendukung setianya untuk membentuk PDIP baru???

      Megawati dan Puan Maharani kecewa berat karena dahulu mereka dipuja2 pendukung…tapi sekarang Jokowi yang licik mengambil segala-galanya dari mereka, termasuk pujaan pendukung…padahal KENDARAAN yang dipakai yaitu pdip adalah milik mereka…klan Sukarno.

  6. Pencapresan Jokowi oleh PDIP…mungkin diharapkan akan mendongkrak suara pdip… namun hal ini juga sangat beresiko dan berbahaya bagi keutuhan pdip sendiri…

    Jangan lupa…sangat banyak kader pdip itu adalah orang-orang berplatform marhaen yang fanatik termasuk fantisme terhadap sukarno…

    Apa yang terjadi pada megawati…kali ini bukan sebuah ‘mandat’…
    coba cermati baik-baik…ini lebih menjurus pada KUDETA KEPEMIMPINAN…
    Ketika deklarasi capres jokowi…sangat jelas terlihat kesedihan dan kemuraman bahkan kekelaman pada ekpresi megawati, puan maharani dan semua petinggi pdip…

    Sangat jelas bahwa megawati dipaksa oleh situasi…untuk menandatangani SUPERESMAR itu… karena ulah jokowi sendiri yang memprovokasi kader pdip dengan statemen sendiri yang tak tahu diri tak tahu malu dan tak tahu diuntung…menempatkan dirinya pada posisi yang menguntungkan, dan memojokan megawati…

    Akibat dari ulah jokowi itu…SAYA BISA PASTIKAN…

    Megawati Marah…Ngambek dan Merajuk….

    Dan keluarnya Superesmar itu adalah ekspresi kemarahan megawati pada jokowi…

    SELANJUTNYA…

    Megawati sukarno putra dan putri…sudah tak ada hati lagi melanjutkan perjuangan bersama PDIP…karena jokowi sudah merebut segala-galanya dari keluarga sukarno…
    jokowi sudah merebut tampuk pdip…massa pdip…dan masa depan keluarga sukarno.

    Jadi…Apakah PDIP masih punya bahan bakar untuk melanjutkan pertarungan ini…???
    Apakah Jokowi punya cukup Modal Duit untuk bertarung…????

    Jangan lupa…dukungan pengusaha pada duet Jokowi-Ahok itu adalah kemampuan Ahok melakukan pendekatan dengan pengusaha…

    Jadi…bisa-bisa….jokowi jalan sendiri…
    Megawati…puan maharani dan kader lain sudah tak punya keinginan untuk memenangkan pdip untuk masa depan megawati dan puan maharani…

    Sosok Megawati pada kampanye PDIP akan menjadi barometer kekuatan PDIP saat ini…bukan lagi pada Jokowi…
    Namun ternyata pada kampanye pertama PDIP…tidak dihadiri Megawati…
    dan Jokowi tidak mengenakan seragam merah kebanggan PDIP…
    Karena megawati adalah pemilik PDIP namun capresnya jokowi…dan jika megawati tidak terlibat dalam kampanye
    PDIP itu artinya klan sukarno tak lagi berada dalam pdip.

    Puan maharani yang akan menjadi figur masa depan pdip dan klan sukarno telah mulai pudar harapan…
    Karena jokowi adalah sosok yang tak pernah puas dengan jabatannya…
    Beberapa tahun menjadi walikota…ingin merebut kursi gubernur…
    Baru beberapa tahun menjadi gubernur…ingin merebut kursi presiden…
    Sudah bisa dipastikan jokowi akan merebut kursi pimpinan pdip….

    Satu-satunya jalan bagi klan sukarno untuk mengembalikan rel kepemimpinan pada jalur sebenarnya
    yaitu jalur sukarno…yang dipersiapkan pada puan maharani…adalah…

    Tidak memenangkan Jokowi pada pemilihan Presiden 2014…

    Dengan demikian jokowi akan kembali lagi pada pekerjaan semula…dan pdip akan terus berlanjut
    dibawah putri megawati dan taufik kiemas…Puan Maharani.

  7. Kisah Supersemar
    Sukarno dengan sangat terpaksa dibawah tekanan, mau tidak mau harus
    menandatangani Dekrit yang memerintahkan pak Harto untuk mengambil alih komando
    untuk membereskan ‘situasi’
    Pak Harto diduga telah mempersiapkan dan mengatur skenario agar terjadi penyerahan
    kekuasaan padanya. Pak Harto yang sudah tahu gelagat kelompok komunis sengaja membiarkan
    Sukarno terjebak dan larut dalam situasi itu yang nantinya akan dimanfaatkannya.
    Bahkan intelijen Suharto telah mengendus aksi G30S namun, sengaja membiarkan agar
    nanti akan sekali tepuk, Komunis dan Sukarno tersingkir.

    Megawati yang masih cilik, turut menyaksikan drama pemaksaan pada ayahnya
    untuk mengeluarkan surat perintah ‘SUPERSEMAR’ dengan
    alasan untuk kepenteingan bangsa dan negara.

    Dengan berlinangan air mata, Sukarno dengan mengeluarkan Surat yang diyakininya
    sebagai akhir dari masa kekuasaannya.
    Setelah menandatangani dekrit, Sukarno memeluk dan membelai Megawati..sambil berkata
    ‘maafkan Ayah anakku…, ternyata jalan yang kupersiapkan untuk dirimu harus berakhir
    seperti ini, namun ayah yakin bahwa semangat dan paham ayah akan membesarkan dirimu
    dan mengembalikan kursi ini padamu dan keturunanmu’…
    PDI selanjutnya PDIP harus dalam percaturan politik sebagai wadah Sukarno Putra Putri
    yang akan menjadi dinasti politik terbesar dan terpanjang di negara ini.
    Semua duka,luka dan derita yang dialami oleh pendukung setia Sukarno dan PDIP adalah
    untuk melanjutkan era Sukarno…
    PDIP itu adalah reinkarnasi Sukarno…

    Namun semua itu berakhir…
    Jokowi telah mempersiapkan semua upaya untuk ‘Mengkudeta’ Megawati…
    Segala sesuatu yang dilakukannya selama ini hanyalah ‘pencitraan’ dan tebar pesona
    agar ia semakin memiliki kekuatan untuk melengserkan Megawati.
    Bahkan Sukarno sendiri digunakan sebagai senjata Jokowi untuk menarik simpati
    kader PDIP.
    Jokowi tak pernah memberi masukan, menegur atau memberi saran pada Megawati untuk
    kepentingan PDIP. Jokowi tak pernah mau mendongkrak Megawati dengan popularitasnya…
    karena bukan itu tujuan utamanya…..ada trik licik JOkowi yang sedang dimainkan…
    Dan Sebelas Maret…upaya menekan megawati semakin gencar dengan dalih untuk
    menyelamatkan bangsa ini entah dari musuh atau dari Jokowi sendiri…
    dan pada akhirnya ketahuan juga belangnya…Jokowi mendahului PDIP mendeklarasikan
    dirinya sendiri sebagai capres PDIP yang ‘katanya’ sudah mendapat mandat dari megawati.
    Ulah jokowi yang ‘ngaku-ngaku’ itu membuat pasar bergolak dan kader PDIP merasa kegirangan…
    Megawati jadi salah tingkah…dan situasi itu menjadi ‘tekanan’ berat bagi megawati yang
    dengan terpaksa Menandatangani SUPEREMAR…menyerahkan kekuasaan pada Jokowi…

    Megawati dan puan maharani dengan berlinangan air mata terpaksa harus menelan kenyataan
    pahit terulangnya sejarah masa lalu…
    Menyerahkan mandat Capres pada Jokowi sama saja menyerahkan tampuk PDIP pada Jokowi…
    Karena seperti halnya Pak Harto…jokowi akan melakukan pembersihan PDIP dari orang2
    yang tak sesuai dengan harapan hatinya…
    Semua orang seharusnya mewaspadai statemen Jokowi yang mengatakan tak peduli degan
    ‘Etika Politik’…asalkan secara hukum Sah…itu sah-sah saja…
    Dan Jokowi benar-benar membuktikan bahwa ia sama sekali tak menggubris Etika Politik
    yang selalu ada saling menghargai Keringat Politik…

    Jokowi yang pernah menjadi Buruh Pikul dan Ojek Payung…seorang Sarjana Kehutanan
    yang sangat mencintai monyet2…Telah terbukti merupakan sosok yang asal-asalan…
    Jadi walikota belum selesai…sudah mau jadi gubernur…belum juga selesai…sudah
    mau jadi presiden…????

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara