Bisnis dan Ekonomi

Jika Pemerintah Pusat Izinkan, PLTG Rumput Laut Diusulkan 1Giga Watt Direstui 2X25 MW

Inves Belanda

Amurang – Kunjungan para investor asal Belanda masing-masing Eric Van Den Eijinden, Charles Laarhuis, Andre Hoogeveen dan Latif Gan dari perusahaan TIDAL BRIDGE BV, INRADA dan ABYOR EUROPE bersama pengusaha lokal Indro Budiono di Minahasa Selatan belum lama ini membuahkan komitmen membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Rumput Laut.

“Kami sudah melihat lokasinya, bahkan sempat berdialog dengan masyarakat setempat (Desa Popareng, red) bersama ibu Tetty dan kepala dinas terkait merespon dengan baik. Ini suatu hal yang baik dalam berinvestasi,” ujar Indro Budiono, sembari mengapresiasi Bupati Minsel Tetty Paruntu yang mendampingi langsung tm investor Belanda.

Diapun menyampaikan, rasa Jumat kagum akan potensi alam bawah laut yang ada di kawasan Teluk Amurang. Eijinden dan Laarhuis saat melakukan dialog dengan masyarakat Popareng dan beberapa Kepala SKPD tekait mengaku kagum dengan potensi alam yang dimiliki oleh kabupaten Minsel.

Lain pula turut mendampingi investor Belanda yakni Latif Gan dari Perusahaan ABYOR EUROPE yang lancar sekali berbahasa Indonesia. Mereka-pun langsung meminta kesediaan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, SE untuk mengagedakan presentase dengan pihak perusahaan.

Latif Gan saat dikonfirmasi sejumlah wartawan dengan fasih menjelaskan bahwa Pembangkit Listrik dengan bahan baku rumput laut yang diubah menjadi green energy adalah energy terbarukan yang belum banyak di Indonesia, bahkan diegara-negara lain baru beberapa Negara.

Menurut di pulah bahwa, dengan hadirnya investasi di bidang energy terbarukan ini, dengan sendirinya akan mensejahterakan masyarakat setempat yang turut terlibat dalam pembudidayaan rumput laut. Keunggulanya rumput laut ini bukan untuk konsumsi dan tentunya tidak mengganggu pembudidayaan rumput laut nelayan dan terpenting ini ramah lingkungan.

Disentil total investasi, menurut dia dengan enteng menyampaikan bahwa bisa mencapai 1 juta US Dolar setiap bidangnya. Sedangkan kapasitan pembangkit listrik jika pemerintah pusat mengijinkan kami bisa membangun sampai 1 Giga Watt.

“Hanya aja yang diizinkan pemerintah pusat melalui Perusahan Listrik Negra (PLN) hanya 2X25 MW. Untuk pengerjaan kalau perlu bisa saja dalam waktu dekat ni, hanay saja perlu adanya perizinan di pemerintah pusat dan lainya. Hanya saja saya bisa janjikan kwarter pertama awal tahun 2016,” ujar Gan, dibenarkan Budiono. (sanlylendongan)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara