Berita Utama

Jems Tuuk Kembali Perjuangkan Nasib Petani Pada KUA PPAS APBD 2024

Jems Tuuk Kembali Perjuangkan Nasib Petani Pada KUA PPAS APBD 2024
Anggota Badan anggaran DPRD Provinsi Sulut Jems Tuuk

Manado, BeritaManado.com — Anggota Badan anggaran DPrD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jems Tuuk kembali menyuarakan kepentingan para petani Sulut dengan melakukan evaluasi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada rapat Badan anggaran DPRD Sulut.

Menurut Jems, target capaian lima tahun pemerintah Olly Dondokambey dan Steven Kandouw yang dijalankan pada tahun pertama misalnya seperti yang sudah disampaikan oleh Ketua DPRD pada rapat pembahasan Badan anggaran dimana RTLH misalnya setiap tahun 100 rumah.

“Apakah tahun ke tiga pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw mencantumkan 300 rumah atau tidak? Tidak ada pekerjaan ulang yang dipenuhi pada APBD tahun 20tanya Jems pada rapat pembahasan Badan anggaran DPRD dan TAPD Selasa, (8/8/2023).

Lanjut Jems, kalau bicara angka, sekitar 3,8 Triliun yang kita bahas mengacu RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), kemudia strategi RPJMD itu adalah Renstra (Rencana strategis), turunannya adalah Renja (Rencana kerja), kemudian antara Renja SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan RKPD (Rencana Kerja Perangkat Daerah) Gubernur di mana DPRD hanya mengundang yang namanya RKPD.

“Maka Renja itu akan di sesuaikan benarkah Renja ini mengacu pada Renstra SKPD lima tahunan, kemudia RKPD sebagai turunan dari RPJMD dilaksanakan sesuai RPJMD lima tahunan yang di bagi dari tahun ke tahun saya kira kita cocokan turunanya masuk ke KUA dan PPAS,” ungkap Jems.

Tak sampai di situ saja Jems Tuuk menitipkan kepada TAPD dimana menurutnya menjadi petani memerlukan modal yang sangat banyak.

Jems juga memberikan contoh misalkan mengelolah lahan satu hektar, petani harus menyewa alat dengan biaya 2,5 juta, kalau jagung perlu 2 juta, pupuk 1,5 juta, pestisida 1,5 juta, biaya pengolahan atau tenaga memerlukan biaya kurang lebih 1 juta jadi dalam satu hektar diperlukan biaya kurang lebih 10 juta

“Nah, apakah RPJMD pak Gubernur di bidang pertanian yang dituangkan dalam RKPD kemudian nanti turunan yang terakhir adalah RKA pihak eksekutif yang sudah ditetapkan bersama DPRD, harapan kami dalam penyusunan APBD pengalokasian anggaran di bidangbpertanian misalnya du dinas pertanian harus melewati rambu-rambu di mana rambu paling ujung adalah isi kepala dan isi hati pak Gubernur dan pak wakil gubernur yabg dituangkan dalam RPJMD, ” tegas Jems.

(Erdysep Dirangga)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara