
Manado, BeritaManado.com — Panglima Panji Yosua GMIM, James Sumendap, menegaskan bahwa para Ketua Wilayah (Ketwil) dan Ketua Jemaat (Ketjem) yang tidak sependapat dengan penetapan Pejabat Sementara (PJS) Sinode harus dibina dan diarahkan kembali pada koridor tata gereja yang benar.
Menurut Sumendap, keputusan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) terkait penetapan PJS adalah keputusan organisasi gereja yang sah, sehingga wajib dipatuhi oleh seluruh struktur pelayanan di bawahnya.
“Kepada para Ketua Wilayah, Ketua Jemaat yang tidak menerima hasil rapat BPMS, segera dipanggil dan dibina. Dan apabila membangkang, segera diambil tindakan,” tegas James Sumendap kepada BeritaManado.com, Sabtu (8/11/2025).
Ia menegaskan bahwa GMIM adalah gereja yang harus dijaga kesakralannya, dan tidak boleh ditarik menjadi arena pertentangan kepentingan maupun perebutan jabatan.
Pelayanan gereja, menurut Sumendap, adalah pelayanan pengorbanan yang menuntut kerendahan hati, bukan ambisi pribadi.
Selain itu, ia mengingatkan soal pentingnya transparansi di era digital.
“Hati-hati, sekarang era digital. Pasti ada rekaman tanggal 27 November. Kebohongan, cepat atau lambat manusia biasa akan buka,” ujarnya.
Sumendap menekankan bahwa Panji Yosua menjadi pilar moral dan disiplin internal yang wajib menjaga wibawa gereja, serta memastikan dialog yang muncul di tengah perbedaan tetap berada dalam koridor yang sehat, bukan tekanan atau manipulasi.
Dengan sikap tegas tersebut, ia berharap setiap potensi konflik dapat diarahkan melalui pembinaan dan mekanisme gereja yang konstitusional, sehingga GMIM tetap kuat, bersatu, dan fokus pada misi utamanya: pelayanan kepada Tuhan dan umat.
(rds)
