Politik dan Pemerintahan

Jacko Jadi Simbol Kerukunan Umat Beragama

Manado — Kandidat calon walikota Manado Jackson Kumaat dianggap bisa menjadi simbol kerukunan umat beragama di Manado, karena mampu mengakomodir sebagian besar warga berlatar belakang agama yang berbeda.

Demikian dikatakan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Manado Pdt Herry JJ Plangiten Sth di Manado (20/5). Sebelumnya diberikatakan, Pdt Plangiten turut mendoakan Jacko dan wakilnya H.Helmy Bachdar, dalam acara deklarasi Jacko-HBO di Lapangan Megamas (15/5).

”Jacko mewarisi slogan leluhur ‘Torang Samua Basudara’ (kita semua bersaudara),” kata dia. Menurut Plangiten, para pimpinan umat beragama di Manado berharap, pemimpin masa depan mampu mewujudkan kerukunan umat di Sulawesi Utara (Sulut) khususnya di Manado.

Lebih lanjut ia mengatakan, Jacko diharapkan menjadi icon tersendiri bagi warga Kristen di Manado. Menurut dia, Jacko bukan sebatas warga GMIM yang akan meramaikan pentas politik pemilihan walikotamadya (Pilwako), tetapi juga adalah seorang warga Kristen yang pluralis dan berada pada dedominasi gereja.

Di kesempatan yang sama, Pendeta Jemaat GMIM Ekklesia Sario Titiwungen, Pdt Daniel Angkouw STh mengatakan, Jacko sempat melakukan kunjungan ibadah di beberapa gereja di Manado. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sebagai ajang kampanye politik, karena Jacko sama sekali tidak mengungkapkan harapannya agar warga gereja memilihnya pada Pilwako 2010.

”Jacko hanya memperkenalkan diri dan keluarganya. Cuma itu saja,” kata dia. Angkouw menilai, pendekatan yang dilakukan Jacko di gereja tidak mencolok, dan ini berbeda dengan yang dilakukan kandidat lain. (*)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara