
MANADO, BeritaManado.com — Nama Irene Golda Pinontoan mulai mencuat dalam bursa calon Wali Kota Manado.
Figur yang kini duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari PDI Perjuangan itu dinilai memiliki modal sosial yang kuat untuk melangkah ke panggung eksekutif.
Akademisi Stefan Obadja Voges SH MH menyebut bila Irene memiliki kombinasi menarik antara kiprah politik, kerja sosial, dan kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Beliau bukan hanya dikenal sebagai anggota DPRD aktif, tapi juga figur perempuan yang turun langsung menggerakkan pemberdayaan masyarakat. Itu modal besar jika PDI Perjuangan ingin menghadirkan sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat,” ujar Stefan.
Selain duduk di Komisi IV DPRD Sulut, Irene juga memegang sejumlah peran strategis di Kota Manado, antara lain sebagai Ketua TP-PKK, Ketua Dekranasda, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Bunda PAUD.
Dalam kapasitas itu, ia kerap terlibat langsung dalam program pemberdayaan keluarga, pendidikan anak usia dini, hingga promosi produk lokal UMKM.
Kiprahnya di akar rumput pun terpantau aktif.
Dalam sejumlah kegiatan reses DPRD Sulut, Irene rutin menyerap aspirasi warga di berbagai kecamatan di Manado.
Ia juga dikenal vokal dalam mendorong kebijakan kesetaraan gender dan peningkatan kualitas pendidikan.
“Irene punya sensitivitas sosial yang kuat. Ia memahami dinamika keluarga, ekonomi, dan pendidikan di tingkat kelurahan. Itu kualitas yang dibutuhkan seorang wali kota,” kata Stefan.
Dukungan terhadap Irene juga dinilai akan menguat, mengingat posisinya sebagai kader PDI Perjuangan yang konsisten mendukung kepemimpinan Megawati Soekarnoputri dan Olly Dondokambey.
Dalam konteks politik Sulawesi Utara, loyalitas dan kedekatan dengan struktur partai menjadi faktor penting dalam menentukan arah pencalonan kepala daerah.
Meski hingga kini Irene belum memberikan pernyataan resmi soal kemungkinan maju dalam Pilwako Manado, sinyal politik mulai terasa dari sejumlah kalangan yang menilai dirinya sebagai figur representatif perempuan dan kader potensial partai banteng moncong putih.
“Masih terlalu dini bicara soal pencalonan, tapi dinamika politik bisa berubah cepat. Kalau PDI Perjuangan ingin menampilkan sosok yang segar, kompeten, dan dekat dengan rakyat, Irene salah satu nama yang patut diperhitungkan,” pungkas Stefan.
(rds)
