Meski harus bersaing dengan rumah sakit baru dan berhadapan dengan keterbatasan anggaran, optimisme tetap membara berkat dedikasi sumber daya manusia (SDM) RSUP Kandou.
Proyek pembangunan gedung kanker baru diharapkan menjadi angin segar yang akan meningkatkan pelayanan dan kapasitas rumah sakit secara signifikan.
Visi RSUP Kandou Sebagai Rumah Sakit Rujukan Terbaik
Senada dengan Ketua Dewan Pengawas, Direktur Utama Prof Starry Rampengan mengakui besarnya tantangan yang dihadapi.
“Bangunan yang berusia 30 tahun sudah banyak mengalami kerusakan,” ujarnya.
Selain itu, banyak alat medis memerlukan perawatan dan penggantian.
Prof Starry menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM juga menjadi prioritas.
“Semua upaya ini ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan demi masyarakat Sulawesi Utara,” ungkapnya penuh semangat.
Visinya jelas, “Menjadikan RSUP Kandou sebagai rumah sakit terbaik di Sulawesi Utara dengan teknologi tercanggih, SDM terbaik, dan pelayanan paripurna.”
Terkait persiapan ruangan KRIS, Prof Starry menjelaskan bahwa perubahan sistem kelas standar rumah sakit sesuai arahan Kemenkes akan berlaku mulai 31 Desember 2025.
Saat ini, sekitar 40 persen ruangan belum memenuhi standar, sehingga dibutuhkan waktu, kerja sama tim yang solid, dan dukungan finansial yang memadai.
Prof Starry pun menutup dengan doa, “Pertolongan Tuhan yang terutama, agar RSUP Kandou tetap menjadi rumah sakit rujukan terbaik di Sulawesi Utara.”
Turut hadir, dr Pattiselanno Roberth Johan, MARS selaku Anggota Dewan Pengawas, Hari Utomo, S.E, M.M, Anggota Dewas/Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulut, dan Indriasari Sundoro, Ak, M.Ec.Dev, Anggota Dewas/Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, serta Andri H Karundeng, S.Kep, Sekretaris Dewan Pengawas.
Selain itu, hadir juga Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Yune Laukati, MARS, Direktur Medik dan Keperawatan dr Wega Sukanto, Sp.BTKV (K), Direktur Layanan Operasional, Dr Erwin Sondang Siagian SSTP, M.Si, serta para manajer dan pejabat lainnya.
(***/jenlywenur)
