
Manado, BeritaManado.com — RSUP Prof Dr R D Kandou Manado pada Selasa, 22 Juli 2025, diselimuti suasana yang serius untuk mampu membedah tantangan yang ada menuju rumah sakit terbaik di wilayah Indonesia Timur.
Hal ini tampak dalam kegiatan telusur yang dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) Prof Dr dr Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, bersama Ketua Dewan Pengawas (Dewas), Drs Bayu Teja Muliawan, S.H, M.Pharm, MM, Apt, dan jajaran anggota dewan pengawas lainnya.
Mereka turun langsung melakukan inspeksi mendalam ke berbagai sudut ruang rawat inap.
Kesiapan implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), kondisi fasilitas secara menyeluruh, mulai dari perbaikan toilet, pendingin ruangan (AC), hingga kondisi alat kesehatan menjadi sasaran inspeksi.
Tak hanya itu, penelusuran ini juga membawa mereka berinteraksi langsung dengan para dokter dan perawat di ruang-ruang vital seperti Cathlab, CT Scan, MRI, dan area lainnya.
Dari giat ini diharapkan mendapatkan feedback atau umpan balik (masukan) terkait apa saja fasilitas yang perlu mendapat perhatian, khususnya apakah kondisi alat medis yang ada berfungsi optimal.
Menariknya, setiap keluhan terkait alat kesehatan langsung ditindaklanjuti oleh Direktur Utama di hadapan Ketua Dewan Pengawas, menunjukkan komitmen nyata terhadap perbaikan.
Langkah Strategis Antisipasi Infrastruktur yang Mulai Uzur
Bayu Teja Muliawan, selaku Ketua Dewan Pengawas, secara gamblang menyoroti permasalahan krusial yang membayangi RSUP Kandou, yakni infrastruktur yang didominasi bangunan tua.
“Kerusakan rutin seperti kebocoran, saluran air mampet, dan kerusakan alat medis menjadi kendala utama,” ungkapnya.
Dampaknya tak main-main, kenyamanan pasien terganggu dan alat-alat medis mahal, terutama di bagian radiologi dan rehabilitasi medik rentan rusak.
Untuk menjawab tantangan ini, Bayu Teja Muliawan menjelaskan bahwa Dewan Pengawas dan Direksi tengah berupaya keras mendapatkan tambahan anggaran dari Kementerian Kesehatan.
Anggaran ini vital untuk membongkar bangunan tua dan membangun gedung baru sesuai master plan yang telah disusun.
Langkah strategis lainnya meliputi pemetaan alat medis yang rusak, memprioritaskan perbaikan dan penggantian alat-alat vital, serta mengoptimalkan program pemerintah seperti penanganan kanker.
Standar KRIS dan Optimisme di Tengah Tantangan
Pemenuhan standar ruang KRIS juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri.
Bayu Teja Muliawan mengakui bahwa bangunan lama yang tidak dilengkapi kamar mandi dan desain ruangan yang tidak sesuai standar menjadi penghalang.
Keputusan renovasi atau pembangunan baru akan mempertimbangkan pendanaan dan akses pelayanan agar pasien tidak dirugikan dan pendapatan rumah sakit tetap terjaga.
Lebih lanjut, renegosiasi kontrak KSO (Kerja Sama Operasional) alat medis akan dilakukan untuk memastikan keuntungan bagi RSUP Kandou.
”Dewan Pengawas dan Direksi akan melakukan evaluasi periodik untuk perbaikan pelayanan.” pungkasnya.
