Agama dan Pendidikan

Ini Kilas Sejarah Awal Perkembangan Umat Katolik Kakaskasen 

Ini Kilas Sejarah Awal Perkembangan Umat Katolik Kakaskasen 
Beberapa Panitia Inti Pembangunan Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen. (Foto April 1976)

Dari 19 orang yang dibaptis Pater van Meurs Desember 1875, ada dua keluarga yang seluruh anggotanya dibaptis yaitu Keluarga  Sondakh-Mamuaya (suami-istri dan empat orang anak), kemudian Keluarga Sondakh-Angow (suami-istri dan empat orang anak juga)

Momentum pembaptisan inilah yang diyakini menjadi awal mula perkembangan umat Katolik Kakaskasen.

Kemudian, pembaptisan setelah momentum bersejarah tersebut dilakukan satu kali dalam satu tahun, dimana hal menarik dalam peristiwa yang menyertai setelah momentum baptisan pertama, yaitu keluarga yang dibaptis Pater van Meurs itu menjadi Wali Baptis dari umat yang dibaptis kemudian.

14 September 1905, bertepatan dengan Pesta Salib Suci, Pater Petrus Anthonius Wintjes SJ menulis dalam buku St. Claverbond (1906), bahwa keadaan umat Katolik di Kakaskasen dan Kinilow mengalami perkembangan hingga mencapai sekitar 400 jiwa dan di Wailan sekitar 94 jiwa, sehingga secara total waktu itu sekitar 500 jiwa.

Jumlah tersebut tidak bisa dikatakan sedikit jika diukur dalam rentang waktu 30 tahun setelah baptisan awal 1875.

Ini Kilas Sejarah Awal Perkembangan Umat Katolik Kakaskasen 
Gereja Katolik Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen saat ini

Dalam persekutuan, umat Katolik Kakaskasen mendapatkan  pelayanan pastoral dan Sakramental dari imam Jesuit yang ditugaskan di wilayah Tomohon dan sekitarnya, namun untuk kegiatan keumatan belum terpusat pada satu gedung gereja.

Baru pada April 1907 ada pemberkatan gedung gereja dan sekolah di Kakaskasen, namun tidak ada keterangan pasti tanggal berapa dilaksanakan.

Catatan lain menuliskan bahwa, pada 27 April 1907, ada beberapa altar yang dikirim telah tiba di Tomohon, sehingga diperkirakan pemberkatan “gereja tua” terjadi sektiar akhir April di tahun tersebut.

Kesimpulannya, Pater van Meurs yang pernah melayani umat Katolik Langowan tahun tahun 1874, juga pada tahun 1875 melayani umat Katolik di Kakaskasen.

Tidak hanya di Kakaskasen, jejak pelayanan Pater van Meurs juga terdapat di sejumlah Paroki, seperti St. Petrus Langowan, Hati Kudus Yesus Tomohon, St.  Yoseph Sarongsong, St. Antonius padua Tara-Tara dan Bunda Hati Kudus Woloan.

Mengenai cerita sejarah ini, Sekretaris Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen Stefanus Ngenget, mengatakan bahwa pihaknya akan terus menelusuri informasi yang masih tersimpan dalam pengalaman pribadi umat.

“Kami berharap, kurang lebih tiga tahun kedepan menjelang Yubelium 150 tahun pembaptisan pertama, sebagian besar informasi sudah diinventarisasi untuk selanjutnya didokumentasikan dalam bentuk buku,” harapnya

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara