
Manado – Indonesia krisis negarawan.
Demikian kesimpulan pengamat politik dan pemerintahan, Taufik Tumbelaka menyikapi fenomena politik akhir-akhir ini salah-satunya ditandai dengan aksi demonstrasi besar-besaran mengatasnamakan bela agama, akhir pekan lalu.
“Negara ini terlalu banyak diisi oleh politisi dan dari sana banyak melahirkan oknum politisi dengan mengadopsi apa yang difenomenakan Nicolo Machiavelli dalam bukunya The Prince sekitar 550 thn lalu yang isinya kira-kira “merebut dan mempertahankan kekuasaan dengan segala cara,” jelas Taufik Tumbelaka kepada BeritaManado.com, Senin (7/11/2016).
Lanjut Taufik Tumbelaka, gaya politik pragmatis yang jauh dari etika politik dan norma-norma kearifan seperti ini selalu menjadi jalan pintas dilakukan oleh oknum-oknum politisi dalam memenuhi nafsu ambisiusnya.
“Semoga kedepan akan semakin besar kesadaran masyarakat akan bahaya laten yang sesungguhnya. Tidak mudah menghadapi hal ini, namun sejarah mencatat, rakyat Indonesia dengan para pemimpin sejati selalu berhasil mengatasi setiap tantangan negara karena #Kita Indonesia, tetap semangat dan selalu optimis,” tukas Taufik Tumbelaka. (jerrypalohoon)
