Berita Utama

IKA SMANLI Manado Resmi Berpengurus, Mahyudin Damis Ingatkan Mandat Datang dari Seluruh Alumni

IKA SMANLI Manado Resmi Berpengurus, Mahyudin Damis Ingatkan Mandat Datang dari Seluruh Alumni
Salah satu rangkaian utama ditandai dengan penyerahan pataka organisasi oleh Penasehat IKA SMANLI Manado, Drs Mahyudin Damis, MHum, kepada ketua terpilih sebagai simbol penyerahan amanah untuk menjalankan roda organisasi. Foto: BeritaManado

Penulis: Alfrits Semen

Ikatan Kerukunan Alumni SMA Negeri Lima (IKA SMANLI) Manado dan KSB resmi membentuk kepengurusan baru.

Organisasi alumni ini didorong tidak berhenti pada seremoni pelantikan, tetapi menjadi rumah bersama yang mampu memperkuat persaudaraan sekaligus memberi kontribusi nyata bagi alumni, almamater, masyarakat, dan pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum IKA SMANLI Manado, Kolonel (Inf) George Sumilat, dalam pelantikan pengurus IKA SMANLI dan KSB yang digelar di Aula Santiago Korem 131/Santiago, Manado, Sabtu (19/9/2026).

Pelantikan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Salah satu rangkaian utama ditandai dengan penyerahan pataka organisasi oleh Penasehat IKA SMANLI Manado, Drs Mahyudin Damis, MHum, kepada ketua terpilih sebagai simbol penyerahan amanah untuk menjalankan roda organisasi.

George mengatakan, pelantikan menjadi momentum memperkuat kembali ikatan persaudaraan para alumni yang kini tersebar dalam berbagai profesi dan latar belakang kehidupan.

Menurut dia, perbedaan profesi, tempat tinggal maupun perjalanan hidup tidak boleh menjadi sekat bagi para alumni.

“Organisasi ini harus menjadi rumah besar bagi seluruh alumni. Rumah yang membutuhkan silaturahmi, rumah yang hadir ketika ada alumni yang membutuhkan, dan rumah besar yang memberikan kontribusi nyata bagi almamater, masyarakat, serta pemerintah,” kata George.

Ia menegaskan, kekuatan organisasi alumni bukan semata-mata ditentukan oleh jumlah anggotanya.

Soliditas, kepedulian dan kemauan untuk saling membantu menjadi fondasi yang jauh lebih penting.

Karena itu, George mengajak seluruh pengurus membangun jaringan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia juga mendorong lahirnya program yang benar-benar menyentuh kebutuhan alumni dan almamater.

Program tersebut, antara lain kegiatan sosial, beasiswa bagi alumni maupun keluarga alumni yang kurang mampu, pengembangan kapasitas, kegiatan olahraga dan seni, hingga pemberdayaan alumni.

“Jangan kita bertanya berapa yang bisa kita dapatkan, tetapi mari bertanya apa yang dapat kita lakukan bersama untuk alumni, masyarakat dan sesama alumni,” ujarnya.

Sementara itu, Penasehat IKA SMANLI Manado, Mahyudin Damis, SH, MH, mengingatkan organisasi tersebut lahir dari kesepakatan seluruh alumni, bukan kepentingan seseorang atau kelompok tertentu.

Karena itu, mandat yang diterima para pengurus juga merupakan amanah dari seluruh alumni.

Mahyudin menekankan pentingnya makna kata “kerukunan” dalam nama organisasi.

Menurutnya, para alumni datang dari berbagai latar belakang agama, suku dan kondisi sosial.

Namun, perbedaan tersebut semestinya tidak menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.

“IKA SMANLI adalah rumah bersama dari seluruh alumni. Pengurus boleh berganti, tetapi kesatuan dan kerukunan tidak boleh berganti,” tegas Mahyudin.

Ia juga mengingatkan bahwa masa kepengurusan tiga tahun harus menjadi masa untuk bekerja, bukan sekadar menjalankan jabatan.

Ukuran keberhasilan pengurus, kata dia, bukan ditentukan oleh siapa yang paling senior, paling dikenal maupun memiliki pengaruh paling besar.

Keberhasilan akan terlihat dari kemampuan menjaga komunikasi, mempertemukan alumni, saling membantu, menghasilkan kegiatan nyata dan menjaga nama baik almamater.

Mahyudin secara khusus meminta Ketua Umum dan Ketua Harian membangun pola kerja yang solid.

Keduanya, menurut dia, harus menjadi pasangan kerja yang mampu memastikan roda organisasi berjalan efektif.

“Organisasi yang sehat membutuhkan komunikasi, pembagian tugas yang jelas dan kesediaan untuk mendengar,” katanya.

Di sisi lain, Mahyudin mengingatkan IKA SMANLI masih merupakan organisasi yang relatif muda.

Karena itu, fondasi organisasi masih harus diperkuat, termasuk penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, program kerja yang realistis serta tata kelola organisasi yang terbuka.

Ia berharap rapat kerja pertama nantinya tidak sekadar menyusun daftar kegiatan, tetapi menjadi momentum untuk membangun fondasi organisasi secara lebih serius.

“Kita sedang membangun organisasi agar memiliki aturan yang jelas, mekanisme kerja yang sehat, program yang realistis serta tata kelola yang terbuka bagi seluruh alumni,” ujar Mahyudin.

Ia kemudian menyerahkan pelaksanaan roda organisasi kepada Ketua Umum bersama seluruh jajaran pengurus.

Menurut Mahyudin, pada akhirnya yang sedang dibangun bukan hanya sebuah organisasi, tetapi hubungan antarmanusia yang pernah dipertemukan dalam satu almamater.

“Yang sesungguhnya sedang kita rawat adalah hubungan antara manusia yang pernah berkenalan dalam sebuah sekolah,” katanya.

Dengan kepengurusan baru tersebut, IKA SMANLI Manado diharapkan mampu menjadi ruang bagi para alumni untuk kembali saling mengenal, saling membantu dan bersama-sama memberikan manfaat bagi almamater serta lingkungan sekitar.