Politik dan Pemerintahan

Humiang Cs Gelar Pertemuan di Kapal Perang Singapura

Humiang Cs Gelar Pertemuan di Kapal Perang Singapura
Humiang ketika melakukan pertemuan diatas kapal perang Singapura (foto ist)

Bitung – Kapal perang Angkatan Laut (AL) Singapura, RSS Persistence dengan jenis pendukung transportasi amfibi yang membawa 72 kadet, berlabuh di pelabuhan Bitung sekaligus datang berkunjung ke daerah itu, Senin (10/9), sebelum mengikuti kegiatan Sail Morotai 2012. ‘Crew’ kapal RSS Persistence dibawah pimpinan Kapten Kapal, DY Comd osc/co Mids Officer Cadet School Foong Kok Pun, Atase Militer Singapura untuk Indonesia Tan Bian dan Comanding Officers RSS Persistence LTC, Gerald Lee diterima oleh Sekretaris Kota Bitung, Edison Humiang.

Asisten Operasi Danlantamal VIII (Asops) Letkol Laut (P) Suradi Agung Slamet dan Asisten Personil (Aspers) Kolonel Laut (P) Panggih Wiyono serta beberapa pejabat Pemkot Bitung dan perwira-perwira Danlantamal VIII Manado. Humiang dan beberapa pejabat kemudian diajak naik kapal dan melihat-lihat seluruh kapal, bahkan usai pertemuan diatas kapal, pertemuan kemudian dilanjutkan di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung di ruangan Wakil Walikota, Max Lomban.

Kapten Kapal, Foong Kok Pun, mewakili seluruh awak kapal mengatakan bahwa dirinya beserta seluruh anak buahnya merasa senang bisa berkunjung ke Kota Bitung sebelum bertolak mengikuti kegiatan internasional Sail Morotai 2012. “Bitung adalah kota pertama di Indonesia yang kami kunjungi sebelum mengikuti kegiatan Sail Morotai 2012,” kata Foong Kok Pun.

Sementara itu, Humiang mewakil Wali kota Bitung, Hanny Sondakh mengungkapkan kegembiraannya atas kunjungan ini. “Berharap kunjungan ini dapat bermanfaat untuk lebih mempererat lagi hubungan antara Indonesia dan Singapura,” ujar Humiang. Humiang yang didampingi Kadis Pariwisata, Benny Lontoh mempresentasikan seluk beluk Kota Bitung mulai dari aspek sosial, politik, kemasyarakatan dan ekonomi.

Penting yang diungkapkan Humiang adalah pengembangan Bitung untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “Pengembangan KEK akan menjadi acuan ketika Bitung sudah ditetapkan menjadi Kawasan berbasis ekonomi, sehingga ketika ada kunjungan seperti ini dapat diteruskan kepada teman atau relasi,” katanya. Berlabuhnya kapal perang Singapura itu memberikan pemandangan tersendiri bagi warga lokal Kota Bitung maupun warga lain yang saat itu berada di pelabuhan.(don)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara