Amurang – Inilah bentuk perjuangan Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu, SE menurut banyak kalangan baik pemerhati pembangunan, pemerintahan maupun politik.
Kerja, kerja, kerja serta Doa, doa dan ber-doa yang merupakan salah satu motivasi Bupati Minsel yang familiar disapa Tetty Paruntu ini berhasil membawa pembangunan terus bergerak naik signifikan, meski diterpa isue-isue miring bahkan miris namun tidak pembuktianya. Namun Tetty Paruntu tetap tegar menghadapinya.
Hal lain membuat calon petahana ini, lebih dikagumi masyarakat Minsel.
Betapa tidak, sejak kepemimpinanya hampir 5 tahun, dinilai sudah banyak bukti nyata yang dilakukanya dalam membangun Kabupaten Minsel lebih baik, bahkan melebihi kabupaten/kota lainya.
Menurut Hensly Oping, SE tokoh masyarakat Minsela bahwa salah satu akses yang merupakan janjinya dalam menargetkan membuka akses jalan di seluruh Minsel dinilai sudah tercapai. Buktinya tidak ada lagi desa yang terisolir.
“Ya, paling tidak bisa dilihat meski baru lapen atau pengerasa sekalipun tapi akses jalan di semua desa sudah terbuka. Lihat saja jalan menuju daerah transmigrasi Liandok dan kampung jauh di Desa Tondey yakni Dusun Jauh Pelita akses jalan sidah dibuka.
Nah, ini menandakan tidak ada lagi desa yang terisolir, meski baru kendaraan roda dua sekalipun sudah bisa menembusnya,” ungkap Oping, saat menghubungi BeritaManado.com belum lama ini.
Senada disampaikan tokoh masyarakat Amurang, Ferry Mohede bahwa kedepan dirinya bisa pastikan, jalan tersebut sudah di hotmix. Apalagi anggaran atau DAK jalan mencapai 99 milyar rupiah tahun 2016 untuk Minsel jalan-jalan di desa sudah di hotmix.
Christiany Eugenia Paruntu, SE juga meyakini bahwa kedepan jalan desa atau pembangunan dimulai dari desa adalah target yang harus dilakukan. Termasuk jalan desa akan diperbaiki agar masyarakat benar-benar merasakan sentuhan pembangunan pemerintah, termasuk menunjang perekonomian masyarakat di desa.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Minsel membenarkan bahwa akses jalan disetiap desa-desa pelosok sudah terbuka dan bisa dilalui kendaraan bermotor.
“Ya, desa-desa di Minsel sudah terjangkau dengan menggunakan kendaraan. Dan datanya 500 kilometer jalan di Minsel, 300 kilometer diantaranya atau 75 persen sudah di aspal hotmix,” jelasnya. (sanlylendongan)

