Manado – Melonjaknya harga bahan bakar epiji subsidi 3 km menjadi tidak terkendali diduga merupakan permainan agen dan pemasok. Instansi terkait termasuk Disperindag dinilai tidak melakukan pengawasan dan tindakan tegas.
“Sebenarnya harga elpiji jadi mahal bukan dari kami, tapi dari pemasok yang sudah memasang tarif 25 ribu per tabung untuk elpiji subsidi. Itu berarti kami harus menjual minimal 30 ribu rupiah,” ujar ibu Rita, pemilik warung di Maumbi, Jumat (27/12/2013) siang.
Terkait hal tersebut, anggota DPRD Sulut Benny Rhamdani mendesak instansi terkait bertindak tegas. “Jelas ini ada permainan dari agen dan pemasok. Disperindag dan instansi terkait harus bertindak tegas. Cabut izin operasional agen dan pemasok yang terbukti terlibat mempermainkan harga elpiji subsidi ini,” tegas Rhamdani. (Jerry)
