Berita Utama

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Ungkap Strategi Besar Ekonomi Biru

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Ungkap Strategi Besar Ekonomi Biru
Gubernur bersama wakil gubernur dalam kegiatan bertema kolaborasi ekonomi biru

Manado, Beritamanado.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali menegaskan tekadnya dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan memperluas kerja sama global.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, saat menghadiri jamuan makan malam bersama delegasi diplomatik dari 13 negara, perwakilan badan PBB, serta organisasi internasional di Wisma Negara Bumi Beringin, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan bertema penguatan kolaborasi ekonomi biru tersebut menjadi kesempatan penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan mitra internasional.

Fokus kerja sama mencakup perlindungan ekosistem laut, peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan, hingga pembangunan infrastruktur sektor maritim.

Dalam sambutannya, gubernur menjelaskan bahwa Sulawesi Utara merupakan wilayah strategis yang dikenal dengan julukan “Bumi Nyiur Melambai”.

Daerah ini memiliki tingkat toleransi masyarakat yang tinggi serta didominasi wilayah perairan yang mencapai sekitar 73 persen dari total luasnya.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Sulawesi Utara pada 2025 tercatat sebesar 5,66 persen dengan realisasi investasi menyentuh Rp10,2 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan kapasitas daerah dalam mengelola potensi maritim, sekaligus memperkuat posisinya sebagai tuan rumah Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security.

Saat ini, pemerintah daerah juga tengah berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam menerapkan sejumlah kebijakan ekonomi biru.

Program tersebut meliputi perluasan kawasan konservasi laut, penerapan sistem penangkapan ikan berbasis kuota, serta pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan dengan komoditas unggulan seperti udang, rumput laut, dan tuna.

Upaya pengawasan wilayah pesisir dan pulau kecil turut diperkuat melalui kerja sama dengan Badan Keamanan Laut serta aparat terkait guna menekan aktivitas ilegal lintas batas.

Selain itu, gerakan rutin pembersihan sampah plastik di laut juga terus digalakkan dengan melibatkan aparatur sipil negara dan masyarakat setiap pekan.Di sektor unggulan, perikanan dan pariwisata tetap menjadi pilar utama.

Produksi perikanan Sulawesi Utara telah mencapai 750.857 ton dengan nilai ekspor sekitar 140 juta dolar AS, didukung penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.

Sementara itu, sektor wisata bahari semakin berkembang dengan hadirnya berbagai destinasi bawah laut dan desa wisata, termasuk Desa Wisata Budo yang berhasil meraih penghargaan tingkat nasional.

Menutup pernyataannya, gubernur mengajak seluruh mitra internasional untuk terus memperkuat sinergi dalam mengembangkan ekonomi biru demi mewujudkan masa depan yang lebih maju, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi semua pihak.

(***/Jhonli Kaletuang)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara