
Amurang—Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa membuat mata umat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) terbuka. Bahkan, kepedulian umat GMIM dilakukan melalui ibadah setiap Minggu. Baik kolom, BIPRA dan lain sebagainya dan mengumpulkan dananya untuk diberikan kepada korban bencana di Manado, Minahasa dan Minut serta Minsel sendiri.
Ketua BPMJ Tesalonika Buyungon Pdt Deasye Meleke Maindoka, STh melalui BPMS GMIM membenarkan hal tersebut. ‘’Kepedulian jemaat GMIM disampaikan melalui ibadah-ibadah kolom, BIPRA dan lain sebagainya. Jemaat dapat membantu melalui ibadah. Setelah itu, langsung disetor kepada bendahara jemaat untuk ditransfer melalui rekening GMIM,’’ ujar Pdt Deasye Maindoka.
Kata hamba Tuhan yang vokal ini, bahwa kepedulian ini nanti akan diserahkan langsung oleh Ketua BPMS GMIM Pdt Piet M Tampi, STh Msi. Karena itu, seluruh jemaat GMIM langsung menyetor ke bendahara jemaat masing-masing untuk diteruskan ke nomor rekening GMIM yang sudah ada.
Pnt Frangky Lelengboto, ST bersama Sym Donnij Rungkat dan Pnt Irwan Abram menyambut baik program Sinode GMIM. ‘’Kita harus bantu korban bencana tanah longsor dan banjir yang terjadi di Sulawesi Utara. Sebab, korban yang meninggal juga adalah warga GMIM pada umumnya. Oleh sebab itu, kita harus membantu dan tidak bersungut-sungut,’’ kata Lelengboto, Rungkat dan Abram tersebut. (and)
