Manado – Kebakaran gedung SDN 70 Kleak Manado tadi malam tak bisa dielakan. Bahkan para korps pemadam kebakaranpun tak bisa berbuat banyak.
Sampai seluruh bangunan SDN 70 habis dilalap si jago merah tak ada satupun mobil pemadam kebakaran yang datang menjinakan si jago merah tersebut.
Menurut keterangan para petugas pemadam kebakaran dan kesaksisan sejumlah warga di seputaran tempat kejadian, mobil pemadam kebakaran terlambat datang karena akses jalan menuju lokasi tertutup. Yakni palang-palang yang ada di Unsrat Manado.
“Pemadam kebakaran terhambat menuju lokasi akibat ditutupnya akses gerbang Unsrat. Sehingga membuat para petugas tersebut kewalahan,” papar salah satu warga pagi tadi kepada beritamanado.(gn)

Tim ten juga bisa melaporkan ini ke ptun, ombudsman, kejaksaan, kepolisian, dewan, wagub, bera, irjen, dirjen, mendikbud, komnas ham, parpol tertentu, sampai kepada harold, nscw, tukang ojek dan warga pandu. Celah-celah begini bisa dimanfaatkan supaya itu sakit hati terbalaskan. Supaya itu incumbent secepatnya malintuang. Biar pun torang lihat ini sudah seperti gejala post power syndrome kronis tapi dapat dimengerti memang sakit. Ada saja orang-orang yang nyandak siap terpental dari jabatan dan kekuasaan atau juga dari fasilitas negara yang dia nikmati semacam rumah dinas yang digusur utk pengembangan kampus. Dia anggap itu jabatan dengan fasilitas negara itu so dia punya sampai mati. Untung saja masih ada orang spt prof lucky yang tidak ikut menderita post power syndrome sekalipun oto dinas ditarik oleh incumbent dan sempat mengeluarkan statement menentang incumbent. Akhirnya memilih ikut gerbong bahkan turut memberikan suara bagi incumbent utk menjabat kembali. Selanjutnya tim ten terutama sang ketua sebaiknya segera mengumpulkan bukti-bukti pembelaan atas tudingan menerima uang yang bukan haknya. Brenti dulu lapor melapor. Baku tajam gelas jo dgn incumbent. Inilah buah yang tim ten mesti pete dari perjuangan lapor melapor dari daerah sampai ke pusat. Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai. Tapi kalau tim ten lebih suka baku prang terus dengan atasan dan gengsi mau angkat bendera putih, noch hadapi jo dengan dada lapang sambil menyanyi maju tak gentar membela ngoni peh sakit hati dengan dendam kesumat. Hiasi ngoni pe hari-hari tua dengan kebencian. Semoga maso sorga. Semoga berhasil.
di mdopost bilang dosen fisip pe rumah tabakar karena oto pemadam nintau jalan lain selain akses yg ditutup prtal di unsrat…
Inilah yg paling dikuatirkan …
Tapi Apa mau dikata?
Doa kami untuk UNSRAT
Salam,
Sam
yang jelas, Penanggung Jawab Unsrat adalah Rektor. Penutupan gerbang itu juga pasti sepengetahuan (atau malah atas perintah) Rektor.
Hmm…, apakah para siswa SD itu harus berdemo kepada Rektor Unsrat agar bertanggung jawab?
hah…..kalo so begini, sapa yg disalahkan?