Berita Utama

Gempa Palu, Dua Atlit Paralayang Sulut Berpulang

Hotel Roa Roa di Palu
Hotel Roa Roa di Jalan Pattimura (Maesa) Lolu Selatan, Senin (1/10/2018) pukul 20.00 WITA. (Foto: Brigade Manguni Indonesia).

 

Manado, BeritaManado.com — Setelah sekian lama mananti seperti apa nasib atlit paralayang asal Sulawesi Utara pasca terjadinya gempa dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) lalu, maka pada Senin (1/10/2018) siang dikabarkan telah ditemukan dua jenazah berjenis kelamin laki-laki.

 

Dua jenazah laki-laki tersebut ditemukan tim Basarnas tertimbun puing bangunan Hotel Roa Roa yang ambruk hanya beberapa saat setelah gempa terjadi.

 

Menurut salah seorang anggota Basarnas bernama Novry, bahwa korban tersebut merupakan bagian dari tim sekaligus atlit Paralayang dan ditemukan diatas tempat tidur kamar nomor 307.

 

Menurut pihak keluarga dari Gleen Mononutu, bahwa kedua jenazah itu adalah atlit paralayang asal Sulawesi Utara.

 

“Pihak keluarga mendapatkan informasi sekitar jam 6 sore bahwa jenazah yang ditemukan adalah Petra Mandagi dan Gleen Mononutu. Pemulangan jenazah direncanakan melalui jalur darat malam ini juga,” kata James Sela, keluarga Gleen Mononutu.

 

Sumber lain dari Joppie Worek mengatakan bahwa Petra Mandagi dan Gleen Mononutu sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan sudah diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Palu disaksikan ayah Gleen, Yus Mononutu.

 

Sementara itu pihak keluarga Petra Mandagi yang beberapa kali dihubungi BeritaManado.com untuk mendapatkan konfirmasi hingga saat ini belum membuahkan hasil.

 

(Frangki Wullur)

 

BACA JUGA BERITA TERKAIT BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KOTA PALU, KABUPATEN DONGGALA DAN KABUPATEN SIGI BIROMARU:

 

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara