Adapun alasan mengapa sesama manusia harus saling menghormati dan menghargai adalah untuk lebih mudah mendapatkan teman meski terdapat perbedaan suku, budaya dan agama, karena itulah yang jadi kunci utama terwujudnya keharmonisan antar umat beragama.
Cici-ciri karakter yang diinginkan menurtu Senator Maya Rumantir yaitu unggul, kompetitif, memiliki kemandirian yang mantap, pengetahhuan luas, dinamis, inovatif, memiliki kesadaran akan ekmajuan teknoligi, memiliki semangat yang kuat dan bekerja keras.
“Kita perlu untuk membangun sikap dan perilaku yang positif untuk berbagai tujuan. Sikap ini menuntut seseorang untuk mampu membawa diri dengan menunjukkan kualitas yang baik, memiliki kepribadian baik, sikap bijaksana, murah hati, memiliki pandangan dan bersikap positif terhadap diri sendiri dan juga orang lain. Selain itu harus mampu bertindak untuk mengatasi kekurangan, membuka diri untuk mau berubah. Orang yang berhasil adalah mereka yang terbuka terhadap kritikan, karena sikap dan perilaku adalah cermin diri sendiri,” tandasnya.
Adapun agenda tersebut digelar oleh LP Ma’arif NU PBNU dengan menghadirkan sejumlah tokoh antara lain keynotespeaker Prof Dr KH Said Aqil Siraj MA yang juga merpakan Ketua Umum PBNU, welcome speech Z Arifin Junaidi sebagai Ketua LP Ma’ruf NU PBNU, Pembicara 1 Doni Koesoema A Med, Pembicara 2 DrAchmad Munjid MA PhD, Pembicara 3 Dr Maya Rumantir MA PhD dan dipandu Moderator Gus Hamka Chol selaku Wakil Ketua LP Ma’arif NU PBNU.
“Secara khusus saya menyampain rasa terima kasih yang sebesar-nesarnya kepada Ketua Said Aqil Siraj yang telah mengundang saya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan karakter bagi generasi bangsa,” kata Maya Rumantir.
Sebagaimana diketahui Said Aqil terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 pada Muktamar ke-32 NU di Makassar.
Selanjutnya, pada Muktamar NU Ke-33 di Jombang, Said Aqil kembali terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode kedua (2015-2020).
Dalam lingkungan NU Said Aqil bukanlah orang baru, dimana ayahnya Aqil Siroj Kempek adalah seorang Kyai di Cirebon dan termasuk dalam jejaring ulama di wilayah Karesidenan Cirebon, seperti Benda Kerep, Buntet, Gedongan serta Babakan.
(Frangki Wullur)
