
Jakarta, BeritaManado.com — Di era digital seperti saat ini, pendidikan karakter bagi anak-anak menjadi sesuatu yang penting dan mutlak dilakukan para orangtua di tengah-tengah keluarga dan guru di sekolah.
Hal itu diungkapkan Senator RI Dr Maya Rumantir MA PhD, Jumat (30/7/2021) saat diundang Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dalam sebuah agenda bertajuk Ngobrol Pendidikan (NGOPI) MANTAP (mandiri, afirmatif, nirlaba, transformative, adaptif, profesional) dengan tema “Pendidikan Karakter di Era Digital”.
Menurut Anggota Komite III DPD RI ini, bukan sebuah kebetulan jika ada orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi dengan segudang pengalaman dan keterampilan, namun mempunyai sikap perilaku yang baik.
“Orang-orang seperti inilah yang akan menentukan keberhasilan di dalam dirinya sendiri. Sikap kita, bukan kepandaian kita yang menentukan keberhasilan kita. Oleh karena itu say mengajak kita semua menyegarkan nilai-nilai apa yang akan dikedepankan dalam menjalani kehidupan keluarga dan masyarakat, terutama bagaimana sikap dan perilaku kita sebagai umat ciptaan Tuhan,” ungkap Senator Maya Rumantir.
Dalam hal ini ditekankan Senator Maya Rumantir bahwa penting sekali untuk memahami dasar dari siklus pengembangan diri dalam mengembangkan apa saja yang dihadapi, termasuk pentingnya pendidikan karakter di era digitan saat ini.
Bisa saja ada banyak orang sebagai ahli di bidang digital, namun kalua menjadi batu sandungan bagi orang lain, maka hidupnya menjadi fatal karena membuat hal-hal yang melanggar aturan hukum yang berhubungan dengan dunia digital itu sendiri.
Permasalahan yang dihadapi para era digitan sekarang ini adalah rasa nasionalisme merosot akibat pengaruh globalisasi, individu kurang beradaptasi dan mobilitas sosial rendah, menurunnya sosialsiasi antar individu maupun kelompok, sehingga rasa cinta kasih kepada sesama akan semakin berkurang.
Selain itu, kebersamaan dan nilai gotong royong juga semakin terkikis yang diakibatkan karena pengaruh penggunaan teknologi internet.
Dalam dunia tersebut bisa muncul apa yang disebut sebagai cyber crime, informasi hoax, ujaran kebencian yang dibuat scara sengaja maupun sebaliknya dan dalam hubungannya dengan para pelaku kejahatan di dunia maya dapat tergambar secara jelas nilai-nilai apa yang dikembangkan dari orang-orang yang menjadi pelaku.
Meski memiliki sisi negatifnya, namun demikian teknologi itu sendiri juga tidak bisa dipungkiri juga
Memberikan dampak positif, yaitu meningkatkan kemampuan dasa saing, manusia lebih mudah mendapatkan informasi, internet sebagai media belajar, hiburan dan pertukaran informasi lebih mudah, serta berbagai aktivitas manusia bisa dilakukan secara online.

“Ini semua diperlukan dalam berbagai hal dan berbagai bidang serta berbagai tujuan, namun itu hanya untuk kepentingan dunia. Terkait dengan karakter untuk menghadapi era digital ini, tentunya ada yang harus dipelajari, apa yang harus kita milliki, sehingga bisa hadapi era digital sesuai dengan kepentingan dunia tanpa mengabaikan kepentingan akhirat,” katanya.
Karakter itu sendiri adalah suatu usaha manusia secara sadar dan terencana dalam memberdayakan potensi manusia baik yang dimiliki sejak lahir maupun yang dipelajari dari lingkungannya.
Karakter merupakan tabiat, watak, sifat-difat kejiwaan akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lainnya.
Ada beberapa alasan mengapa pendidikan karakter itu penting, yaitu untuk memperkuat aspek pengetahuan yang baik terhadap perkembangan moral untuk menjadikan seseorang baik dan cerdas.
Hal itu tentu saja tidak hanya sekedar pinter tapi juga mempunyai sikap dan perilaku baik untuk membentuk seseorang itu menjadi pribadi Tangguh, berkaratker baik, kompetitif, bermoral, punya toleransi yang tinggi, membangun kebersamaan, gotong royong, berjiwa kebangsaan dan serta cinta tanah air.
“Sehubungan dengan pendidikan karakter ada alasan lain mengapa manusia itu pantas untuk dihargai dan dihormati, meski harus diakui juga bahwa tidak jarang sikap iri hati dan dengkih ada dalam peribadi-pribadi manusia tertentu. Tidak mengherankan memang jika ada orang yang tidak suka dengan keberhasilan orang lain,” ucapnya.
Sebagai mahluk sosial. Manusia harus menyadari bahwa kehadiran orang lain mau menunjukkan bahwa kita harus memiliki eksadaran bahwa Tuhan menciptakan orang lain untuk saling memperkaya dan merasakan kebesaran Tuhan.
