Penerbangan ini membuat waktu tempuh ekspor menjadi lebih singkat, dari sebelumnya memakan waktu 9 sampai 18 jam, menjadi hanya 3,5 jam saja.
Direct call ekspor Manado Singapura perdana ini dilakukan oleh 8 perusahaan dengan total tonase 4,19 ton, dan dengan devisa ekspor mencapai USD 23.603,80.
Realisasi penerbangan ini merupakan hasil sinergi dengan stakeholder, sebagai jawaban terhadap kendala ekspor hasil maritim, mulai dari kendala slot kargo hingga biaya kargo yang tinggi.
“Selama pandemi COVID-19 ini, kami juga memberikan hibah kepada Pemprov Sulut berupa minuman mengandung etil alkohol merk jenis captikus sebanyak 3.168 liter yang digunakan untuk bahan baku pembuatan hand sanitizer dan menyalurkan bantuan 158 paket sembako kepada masyarakat yang terdampak di sekitar kota Manado,” pungkas Budi.
(***/BennyManoppo)
