MANADO – Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan dilakukan pemerintah pada 1 April terus mendapat penolakan dari berbagai kalangan. Terakhir penolakan terhadap kenaikan BBM ini dilakukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Manado. Penegasan ini diutarakan Ketua DPC GAMKI Manado, James Karinda SH MH, Rabu (22/3).
Karinda, menegaskan, kenaikan BBM merupakan kebijakan yang tidak populish, dan semakin memiskinkan rakyat kecil. ”Saya kira masih banyak cara lain yang dapat dilakukan pemerintah guna mengantisipasi kenaikan BBM, ” ujar pria yang juga dikenal Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulut ini.
Hal senada diutarakan Wellem Kumaunang, Wakil Ketua DPC GAMKI Manado. Menurutnya, pengetatan anggaran, mengoptimalkan pungutan pajak, dan berbagai kebijakan lainnya bisa dilakukan pemerintahan SBY guna mengoptimalkan pendapatan negara. ”Terus terang selama ini kebijakan pemerintah, termasuk menaikkan BBM pada tanggal 1 April nanti akan semakin menyengsarakan rakyat kecil, ” ujarnya.
Menariknya, GAMKI Manado akan mengirim surat penolakan BBM secara tertulis kepada Presiden SBY. Hal ini merupakan satu di antara beberapa cara yang akan dilakukan GAMKI Manado, untuk menolak kenaikan BBM.(niel)

Soal kenaikan BBM : Siapa sebenarnya pihak yang paling bertanggung jawab ketika menetapkan APBN 2012? Apakah hanya Pemerintah? Pemerintah memang mengusulkan, tapi yang membahas dan menetapkan asumsi harga BBM hanya USD 90 per barel itu siapa? Bukankah itu PRODUK SIDANG PARIPURNA DPR-RI? Kalau sekarang lonjakan harga BBM dunia mencapai USD 110 per barel, kira-kira berapa sumbangan DPR bagi Negara yang mo tombo akang? Cuma ada satu konsekuensi logisnya, UU APBN 2012 harus diubah karena tidak sesuai lagi dengan target harga Indonesia crude price (ICP).
Sekarang mari torang lihat sumber masalah paling mendasar : kurang tepatnya pemerintah dan Badan Anggaran DPR dalam rapat paripurna DPR, yang menyepakati hal sensitif, di antaranya dengan menetapkan asumsi yang salah. Kegagalan menetapkan target dan asumsi APBN lantaran kelemahan pemerintah dan DPR dalam membaca dinamika ekonomi politik internasional, khususnya ekonomi politik Timur Tengah, apalagi konflik Iran.
Sekarang kekurangan dalam menyusun asumsi itu berimbas pada kegagalan implementasi. Buntutnya, torang yang musti tanggung kerugian. Jadi sebelum Pak Ketua mengirim surat ke Presiden, GAMKI Manado harus mendalami dan mengelaborasi masalah. Fraksi PDIP di DPR RI yang menolak opsi kenaikan juga sebenarnya terlibat dalam kekurangmampuan membaca peta fluktuasi harga BBM terkait konflik politik Iran. Sekadar informasi untuk GAMKI Manado pada 2009 Indonesia membayar utang Rp161,83 triliun, padahal subsidi energinya mencapai Rp 94,59 trilyun. Lalu hutang 2010 Rp142,5 triliun dan subsidi energi mencapai 139,95 trilyun serta hutang 2011 Rp154,4 triliun sementara subsidi energinya mencapai Rp195,28 triliun (2011). Jadi suratnya jangan tolak kenaikan BBM, tapi dukung pencabutan subsidi supaya hutang semakin berkurang dan pembiayaan pembangunan akan dapat meningkat.
Aktivis ngana perlu cari orang-orang gamki yang aktif sejak gamki ada di manado. yang gamki asli, bukang gamki mangaku, deng bukang gamki cari-cari proposal ato bukang gamki yang jadi oto for kepentingan politik. Sedang pki torang baku romba no cuma sesama anggota. Kalu ngana bilang oranggamkimanado itu angki mokodompit, dia itu torang pe junior. talalu puli…supaya ngana tau, dia itu depe senior-senior di gamki cuma ja kase bodok akang. dorang novi lumowa, goin tumbel, deng barole….kita dengar ada baku ator james kata sekian bulan kong mo kase pa dia itu ketua mar sampe skarang nyanda sampe-sampe itu janji. mar supaya aktivis tau, masih banya orang gamki yang peduli deng yakin ketua dpc mampu bawa gamki ke arah yang lebe bae dibandingkan dulu. cuma perlu baku kase inga jang salah bawa arah ini gamki kasiang. soal ide gamki manado mo kirim surat ka presiden tolak kenaikan bbm itu sama deng pancar pece pa ketua gamki pusat pe muka. kong lebe grap ini gaya surat-surat iko-iko PKS pe gaya. cari kwa cara laeng…
kita tau siapa “oranggamkimanado” pasti angky mokodompit….hehehehehe kasian lu….semua sudah tau kamu….
Itulah memang kelebihan Ketua DPC GAMKI Manado. Pengurus level Kota waktu lalu mau berpartisipasi pada Musyawarah Daerah KNPI level Provinsi. Sekarang mau berpartisipasi pada level DPP GAMKI. Hebat memang…sekaligus mengindikasikan beliau memang ‘orang baru’ di GAMKI, yang disponsori penuh oleh DPD GAMKI Sulut dan Careteker jadi Ketua karena menanggung semua biaya Konpercab di Bethesda. Sekarang buahnya makin kelihatan : GAMKI jadi organisasi politik dan bukan lagi organisasi pelayanan…
Betul, Ketua DPC GAMKI Manado adalah wakil Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan juga Wakil Ketua DPRD Kota Manado, yang fraksinya di DPR RI menolak kebijakan kenaikan BBM.
Dari 6 Presiden Indonesia, semuanya pernah menaikan harga BBM (Kecuali BJ Habibie, mungkin karena pemerintahannya sangat Singkat), termasuk saat Ketua Umum DPP PDIP menjadi Presiden-RI ibu Megawati SP, juga pernah menaikkan harga BBM. Jadi memang pernyataan dalam berita diatas adalah politis.
Soal tolak kenaikan BBM saya sependapat. Tapi soal cara dan sikap GAMKI Saya tidak sependapat dengan Ketua DPC GAMKI Manado dan Bung Wellem. Saya kira kita perlu berdiskusi banyak : apakah penolakan GAMKI sifatnya nasional dan benar-benar berpihak kepada rakyat kecil yang kian susah atau hanya dijadikan komoditas politik. Bukankah ketua DPP GAMKI adalah anggota DPR RI Partai Demokrat? Saya paham betul kalau Saudara Ketua DPC adalah Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan. Satu dari dua fraksi di DPR RI yang secara tegas menolak kebijakan pemerintah. Kalau memang GAMKI Manado tidak setuju kenapa tidak disampaikan dalam demo waktu lalu? Kenapa isu BBM berubah jadi Dukung Rektor Rumokoy? Soal BBM naik, kita semua susah karena harga ikut naik. Kalau betul GAMKI menolak apa solusinya? Carilah cara berpolitik yang elegan. Kalau mau tolak kenaikan BBM, pulangkan MobNas wakil ketua DPR, pakai sepeda ke kantor spt para ketua kelompok cipayung. Kalau caranya begini, sama halnya dengan MENARI di atas kesusahan orang miskin. Dan menurut saya itu tidak Kristiani dan bukan menjadi tujuan dan usaha GAMKI.