Manado – Pemilih di Sulawesi Utara hampir sama dengan pemilih di Indonesia pada umumnya. Pemilih di Sulut didominasi oleh karakter pemilih yang sangat pragmatis dan irasional.
Pemilih irasional tidak memandang visi misi dari calon kepala daerah sebagai sesuatu yang penting.
Bebarapa faktor yang mempengaruhi sikap pemilih menurut pengamat politik Dr Ferry Liando diantaranya:
1. Faktor hadiah. Pemilik datang di TPS untuk memberi suaranya karena sebelumnya telah menerima hadiah dari calon berupa uang atau bahan kebutuhan. Pemilih ini tidak mau datang ke TPS jika tidak menerima sesuatu.
2. Faktor kekerabatan. Ketertarikan pemilih kepada calon bisa jadi karena calonnya punya hubungan keluarga atau hubungan emosional lain.
3. Faktor kesamaan etnik atau asal daerah. Sikap pemilih dipengaruhi oleh faktor kesamaan etnik atau kesamaan daerah. Pemilih cenderung Akan memilih calon yang punya kesamaan etnik atau kesamaan asal daerah. Misalnya etnik Nusa Utara cenderung akan memilih jika ada calon yang berasal dari Nusa Utara. Begitu juga masyarakat Bolmong pasti akan memilih jika calonnya dari Bolmong.
4. Faktor kesamaan agama. Pemilih akan lebih memilih calon yang seagama dengannya.
“Faktor ketiga dan keempat menjadi penyebab sehingga koalisi yang terjadi di Sulut bukan lagi dilakukan antar parpol. Tetapi koalisi antar etnik atau koalisi antar keagamaan”, tutur Liando.
Dicontohkan akademisi Unsrat ini, koalisi antar keagamaan dan antar etnik ketika Sinyo Harry Sarundajang yang KGPM menggandeng Freddy Harry Sualang yang GMIM pada 2005. Periode kedua tahun 2010 Sarundajang yang Minahasa menggandeng Djouhari Kansil dari Nusa Utara.
“Di beberapa kabupaten dan kota juga terjadi demikian. Seperti Hanny Sondakh yang Katolik dan Lomban yang GMIM di Bitung. Di Bolmong juga terdapat pasangan Muslim dan non Muslim.
Tingginya pemilih pragmatis atau irasional disebabkan karena ketidakpercayaan pemilih terhadap visi dan misi elit-elit politik.
Sebagus apapun visi dan dan misi, ternyata tidak terpenuhi saat terpilih. Sehingga pemilih tidak mendasarkan sikap pilihan mereka atas dasar visi misi tetapi pada faktor-faktor lain”, jelas Liando. (**/jerrypalohoon)
