Tidak ada yang keliru jika para millenial, artis atau influencer diikutsertakan sebagai caleg, sepanjang mereka tidak hanya dimanfaatkan oleh parpol untuk sebatas vote getters.
Kedua tidak terkesan seperti boneka pajangan, hanya benda hiburan, menarik dilihat tapi tidak bermanfaat karena tidak memiliki kehidupan.
“Pilihlah mereka yang punya kemampuan standar. Tidak hanya mengandalkan kondisi fisik tapi memiliki kalasitas untuk menjadi wakil rakyat yang didambakan,” kata Liando
Hal ini dimaksudkan kelak kehadiran mereka dalam lembaga-lembaga politik tidak menjadi beban bagi rakyatnya.
(***/Frangki Wullur)
