
Bitung – Kondisi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Bitung sangat memprihatinkan jika dibandingkan dengan daerah lain.
Selain fasilitas yang sudah jauh tertinggal, status KKP yang hingga saat ini masih menyandang kelas III tak sesuai lagi dengan perkembangan Kota Bitung yang kini menyandang IHP dan persiapan menjadi KEK.
Ketertinggalan itu tak ditampik Kepala KKP Kota Bitung, dr Pingkan Pijoh yang mengaku masih sementara berjuang mengejar ketertinggalan itu.
“Dari jaman kepemimpinan Alm Hanny Sondakh sebagai Wali kota, kami sudah mengusulkan agar naik status dari kelas III ke kelas II tapi belum berhasil,” kata Pingkan, Selasa (27/02/2018).
Menurutnya, hal utama yang harus dilakukan agar KKP Kota Bitung tak ketinggalan adalah naik kelas, dan itu perlu peran atau rekomendasi dari pimpinan daerah, dalam hal ini Wali kota.
“Bayangkan, setiap tahun kami melayani 5000an kapal yang masuk keluar Kota Bitung dengan fasilias yang serba manual,” katanya sambil tertawa.
Selain itu kata dia, status KSOP Kota Bitung yang menjadi mitra kerja KKP saat ini sudah kelas I yang notabene statusnya harus setara dengan instanai yang dipimpinnya.
“Wilayah kerja kami saat ini bukan hanya Pelabuhan Samudera, tapi sudah sampai ke Pelabuhan Perikanan Kota Bitung. Jadi mau tidak mau harus naik kelas,” katanya.
Pingkan juga mengatakan, perayaratan untuk naik kelas sudah sangat mendukung. Selain sudah ada gedung kantor yang baru, juga saat ini pihaknya terus menyiapkan SDM untuk persiapan perubahan status.
“Untuk itu kami mohon dukungan semua pihak agar KKP Kota Bitung bisa naik kelas mengikuti perkembangan Kota Bitung yang makin maju,” katanya.
(abinenobm)
