
Romo Made Pantasan Pr saat pembukaan Family Gathering Komsos Keuskupan Manado 2026
Penulis: Frangki Wullur | Pineleng
Family Gathering Komsos Keuskupan Manado 2026 di Paroki St. Petrus Warembungan mengajak seluruh pegiat Komsos untuk turut berjuang menjaga suara dan wajah manusia.
Demikian diungkapkan Sekretaris Eksekutif Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Rm. Agung Nugroho
Rm Agung Nugroho dalam sambutannya saat pembukaan Family Gathering Komsos Keuskupan Manado 2026, mengunkapkan bahwa tantangan saat ini yaitu menjaga suara dan wajah manusia.
“Saat ini ada begitu banyak dimensi kehidupan manusia sudah tersentuh dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Hal tersebut tentu memudahkan siapa saja untuk menghasilkan karya, bahkan di bidang pelayanan gerejani,” ungkap Rm. Agung Nugroho.
Menurutnya, penggunaan AI tidak dilarang, hanya saja hal tersebut jangan sampai membendung suara dan wajah manusia yang sesungguhnya.
“Maksudnya adalah karya pelayanan yang kita hasilkan diupayakan benar-benar berasal dari suara hati dan wajah kita yang sesungguhnya,” tandasnya.
Sementara itu, Rm Made Pantyasa Pr selaku Ketua Komsos Keuskupan Manado dalam homili mengungkapkan bahwa dasar perayaan bersama para pegiat Komsos yaitu pesan Paus Leo XIV yaitu “menjaga suara dan wajah manusia,”.
“Mari kita membuat karya komunikasi sosial di paroki masing-masing dengan tetap menampilkan diri kita sendiri yang sesungguhnya. Namun demikian tidak berarti kita tidak bisa menggunakan teknologi digital yang ada saat ini, hanya saja harap digunakan sebijaksana mungkin,” ujarnya.
Adapun Family Gathering Komsos Keuskupan Manado 2026 ini digelar dal rangka Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 dengan mendalami pesan Paus Leo XIV yaitu “menjaga suara dan wajah manusia”.
