
Manado, BeritaManado.com — Penambahan signifikan yang terjadi pada kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulut menjadi tanda awas.
Sejumlah permasalahn disinyalir bakal timbul dari faktor peningkatan tersebut.
Beberapa permasalahan, seperti yang diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Sulut Fabian Kaloh antara lain akan adanya overload pada akomodasi rawat inap bagi pasien COVID-19.
“Juga para Nakes kita tentu akan kewalahan, fasilitas kita tidak akan cukup. Jadi itu sangat berbahaya,” tegas Fabian Kaloh.
Untuk mengantisipasi itu semua, Wakil Ketua DPD PDIP Sulut ini mengatakan, satu-satunya cara adalah kesadaran masyarakat bahwa COVID-19 sangat berbahaya.
“Warga batasi diri, batasi aktivisas dan mobilitas, kurangi bahkan hentikan kumpul-kumpul. Harusnya kita sudah punya eksperience ditahun 2020 lalu, pengalaman itu bisa kita lakukan sekarang,” usul Kaloh.
Ditambahkan Kaloh, masyarakat tidak boleh berfikir takut dibubarkan petugas, tapi sadar bahwa COVID-19 ini membahayakan diri sendiri.
“Juga membahayakan keluarga dan orang lain. Terapkan lagi Prokes, dengan wajib masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, hindari kerumunan dan tetap tinggal dirumah jika tidak ada hal penting sekali diluar,” ujarnya.
Atas dasar itu, dirinya mengajak masyarakat bergotong royong mencegah penularan.
“Karena hanya dengan kesadaran yang tinggi dapat menciptakan sikap gotongroyong dalam mengendalikan COVID-19. Walau begitu, kepada petugas dan aparat di level Kelurahan dan Desa, Kepala Lingkungan dan RT, harus lebih tegas lagi memberlakukan PPKM, tentu dengan cara-cara persuasif dan edukatif,” tutup politisi yang sempat mengabdikan diri sebagai ASN ini.
(AnggawiryaMega)
