Agama dan Pendidikan

Elemen Pemuda Sulut Nyatakan Sikap

Elemen Pemuda Sulut Nyatakan Sikap
GP Ansor

MANADO – Selasa (08/02) malam, bertempat di Restoran Bumi Beringin, sejumlah elemen pemuda Sulut melakukan konferensi pers guna menyatakan sikap atas kekerasan yang terjadi di Temanggung dan Cikeusik, Pandeglang-Banten.

Kepada wartawan mereka menyatakan bahwa penggunaan kekerasan yang terjadi tersebut telah secara nyata melanggar nilai-nilai universal hak asasi manusia, nilai-nilai hakiki ajaran semua agama dan keimanan, serta telah secara nyata melanggar hukum.

Pernyataan Sikap Pemuda Lintas Agama se-Sulut :

1. Mengutuk keras terjadinya aksi kekerasan dan brutalisme pengrusakan 3 gereja di Temanggung dan penyerangan warga jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang-Banten.

2. Mendesak polri dan aparat keamanan lainnya untuk mengambil tindakan hukum yang tegas kepada para perencana serangan, pelaku penyerangan gereja di Temanggung dan pihak-pihak yang turut serta memprovokasi dan membenarkan kekerasan terus terjadi dan lebih jauh mengambil tindakan yang tepat dalam mencegah terulangnya upaya-upaya penyerangan tempat ibadah dan melindungi kebebasan berkeyakinan.

3. Mendesak Komnas HAM untuk segera menyatakan bahwa peristiwa Temanggung dan Cikeusik sebagai pelanggaran HAM berat (crime against humanity)

4. Kami mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata dalam melindungi tempat-tempat ibadah dan kebebasan berkeyakinan sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 1945.

5. Kami menghimbau masyarakat Sulawesi utara untuk tidak terprovokasi dengan isu berbau SARA, dan menjaga perdamaian di SULAWESI UTARA, tetap mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah.

Pernyataan tersebut diakhiri dengan penandatangan pernyataan sikap oleh sejumlah elemen pemuda Sulut yang hadir, diantaranya,

1. Benny Rhamdani, Ketua Pimpinan Wilayah GP ANSOR Sulut
2. Anton Miharjo, Ketua Badan Pengurus Kontras Sulawesi Utara
3. Julius Tumilantow, Ketua Pemuda Katolik Sulut
4. Rivai Poli, Ketua BKPRMI Sulut
5. Habib Muchsin Bil Faqih, Pimpinan Majelis Darul Hikam Sulut
6. Pnt Teny Assa, Tokoh Pemuda Lintas Agama, Ketua Pemuda Lintas Gereja
7. Michael Umbas, Aktivis Pemuda
8. Djunaidy Maskromo SH, Ketua Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama Sulut
9. Pdt. Haezar Sumual, Ketua Remaja GPdI
10. Pnt. Billy Lombok, Ketua Pemuda GMIM
11. Pnt. Steven Lintong, Ketua Pemuda KGPM
12. Pnt. Meksi Sahensolar S.Pi, Sekretaris Remaja Sinode GMIM
13. Js. Sofyan Yosadi SH, Tokoh Khonghucu Sulut

2 tanggapan untuk “Elemen Pemuda Sulut Nyatakan Sikap”

  1. Sangat setuju kebersamaan/kerukunan dalam ke-bhinekatunggalika-an para pemuda Sulut.

    Reasoning:
    1. Pemahaman konsep Keselamatan (salvation) dalam kehidupan dunia di alam yang heterogen sebagai bentuk karya ciptaanNya, bahwa kita tidak bisa menghomogenkan, mengexclusivekan doktrin-doktrin, pengajaran-pengajaran yang kita terima, karna Hal Keselamatan adalah Anugerah yang bukan diupayakan manusia dalam kemanusiaan kita, tapi karna Kemurahan Sang Khalik diberikan dengan tulus tanpa imbal balik.

    2. The Lord is good to all, bahwa Tuhan itu baik kepada semua orang, tanpa kecuali (agama, suku, antar golongan)

    3. Intimidasi, Pemusnahan karya ciptaanNya adalah tindakan PENCURIAN otoritas Allah. Hukum kausalitas, murka Tuhan dengan segala konsekuensinya.

    4. Setiap pribadi/individu adalah bagian dari rencanaNya dalam sejarah penciptaan dan penyelamatan umat manusia. Oleh dan sebab itu tidak ada satupun manusia mengklaim bahwa dialah yang paling benar. (Otoritas Allah) karna Pada prinsipnya manusia hanya mengerjakan keselamatan itu yang diberikan cuma-cuma oleh Sang Khalik.

    5. Pemerintah adalah representasi Allah didunia. Oleh karena itu Pemerintah harus tegas menyikapi problematika ini. Dalam upaya meminimalisir, tindakan eradikasi dosa kolektif, berimplikasi pada rakyat yang dipimpinnya

    6. Reborn. Pertobatan kolektif para pemimpin dinegeri ini. Dari jajaran paling tinggi hingga jajaran pemerintah paling bawah, hingga terbentuk rekonsiliasi massal dalam tatanan hubungan vertikal dengan Sang Khalik dan hubungan horisontal dengan sesama.(Istighfar)

    7. Hipokritisasi harus dilepas dalam tubuh para pemimpin negeri ini, didalamnya eksistensi rakyat yang dipimpinnya.

    8. Mari kita buat Sang Khalik tersenyum.

    Semoga Demikian…Be blessed..Sure!!!

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara