
Manado – Berhasil mempertahankan disertasinya di depan para Doktor dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta.
DR.Reagen Sumeke, S.S., M.A.P. lulus bergelar Doktor dengan usia yang masih sangat muda 27 tahun. Lajang asal Sasaran Tondano ini mencatat sejarah sebagai Doktor termuda di Indonesia.
“Wisudanya baru nanti Oktober,” ujar sang kakak Ester Diane Sumeke kepada BeritaManado.com.
Ditambahkannya, sang adik dan seluruh keluarga besar sangat mengucap syukur atas penyertaan Tuhan karena boleh melalui semua proses sampai menjadi Doktor.
“Adik kami juga satu-satunya mahasiswa yang diberikan plakat dari pasca Universitas Negeri Jakarta dan merupakan urutan yang ke 2000 lulusan Doktor UNJ dengan usia termuda 27 tahun,” pungkasnya. (quin)

UNJ :
mengutamakan kwantitas daripada kwalitas, prestige dari pada prestasi…
Banyak pejabat di pusat dan daerah yg mengambil Doktor di UNJ dengan alasan cepat, praktis dan nggak ribet sehingga wajar klo banyak yg menyangsikan kwalitas lulusan UNJ.
Nda jelas itu donci ada bilang, dapa sensor jadi tagatong….hahahahaaa
Hahahhahaahhahahhahaha bekeng ketawa jo. UNIMA itu cuma dibayar-bayar. Guruguru.Belum kuliah thesis so ada.Apalagi ——- itu gampang.Bayar jo lulus hahahahahhaah.Doktro apalagi hahahah
Bung Novrie,,banyak komentar negatif,karena banyak orang tau, produk DOKTOR dari UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA seperti apa.,, Makanya saran dari Prof Sondakh, ikut Post Doctoral dari Universitas Ternama di luar negeri patut di pertimbangkan.
Tahun 2007 lulus dari Unima jurusan bahasa Inggris. Tahun 2009 peneliti menambah sekolah di Fakultas Ilmu Pendidikan Unima di Prodi keguruan AKTA IV selama 1 Tahun. Tahun 2010 lulus dari Strata 2 (S2) Program Pasca Sarjana Unima Prodi Administrasi Negara. Tahun 2010 mengikuti pendidikan Strata 3 (S3) pada Program Doktor pada Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia.
tahun 2008–2010 menjadi guru honor pada SMPN 6 Tondano, kemudian pada Februari 2010 diangkat menjadi PNS di Pemerintah Kota Manado sebagai guru Bahasa Inggris di SDN 46 Manado. Selanjutnya maret 2012 ditarik ke Dinas Pendidikan Kota Manado menjadi staff Kadis Diknas,pencetus penerimaan siswa baru sistim online se Kota Manado yang pertama di sulut. sehingga dua tahun terakhir, dipercayakan Kadis Diknas Dante Tombeg SPd MPd menjadi penanggung jawabnya.
Karya tulis
S1: Language use in chatting online
S2: E-Local Government
Akta IV: Making use of Spotting Differences Strategy to Facilitate
Students in Producing Spoken Description Text
S3: Evaluasi Kebijakan TPP di pemerintahan kota Manado.
@all: saya mengucapkan terima kasih banyak kepada berita manado dan juga buat teman2 sekalian atas masukan, ucapan, doa, suport dan kritikannya. TYM kita semua AMIn
Prof.Lucky nda tanggapi itu keluarga sondakh p komentar.bagaimana itu broer.
serta baca dari UNJ,langsung jadi pesimis.kuliah kerjasama ley itu stou..
Banyak coment orang2 sirik disini, mau ada yang lebih mudah dari Reagen kan tidak masalah, contoh diatas seperti senior Prof Dr Lucky Sondakh kan mendukung,! jadi sy rasa alasa orang yg coment2 gk benar diatas di karenakan gk bisa mencapai/mampu Berprestasi seperti DR.Reagen Sumeke, S.S., M.A.P, dan juga kalo memang mau dibanding-bandingkan Gelar DR.Reagen jangan dengan orang lain. dengan diri sendiri itu baru betul….!
Doktor lulusan UNJ diduga banyak dibeli, juga punyanya Kadis pasar minahasa Vicky Tanor. kalau lulusan dari kampus akreditasi A BAN-PT seperti UI, UGM, ITB, ITS, UNAIR, UNHAS, UNPAD, IPB itu baru bisa dipercaya. sekarang gampang sekali dapat doktor s3 di Univ Negeri Jakarta.
katanya banyak doktor, tapi kok kayanya pembangunan di daerah ini melempem ya? pendidikan gimana?
tu doktor2 ada pergi keluar sto kang? atau so bale ke sulut tapi nda bikin apa2..
Hebat-3x,,,doktor termuda,,,,mar kurang kage ndk tau bah inggris,,genaplah dunia pendidikan Sulut…..
Walaupun bukan menjadi doktor termuda, tapi prestasi Reagen menyelesaikan S3 pada usia 27 tahun merupakan hal yang luar biasa. Banyak selamat, dan untuk menjawab keraguan sebagian pembaca beritamando, anda harus dapat mengaplikasi ilmu yang telah didapat pada masyarakat dimanapun anda bekerja.
maju terus…tuama minahasa….lanjutkan perjuangan..opa sam ratulangi…kong itu jga komen miring berarti…dorang pake slogan..si tow tumongko tow…,,,hahha
Saran saya buat Reegen usai meraih gelar tersebut jangan berhenti dengan metodology of research, musti banyak lagi menulis dan dipubikasikan dimedia-media lokal, nasional bahkan internasional.berupa opini karya ilmiah jangan sampai mandul…orang yang tidak mengerti tentang dunia pendidikan paling omongnya besar lantaran mereka tidak pernah melihat jalan terjal untuk mencapai kesuksesan..Have a good luck in all you do, whatever do you want to and do all your work in love….keep going learning and moving…
Ini yang betul 26 Tahun.
http://www.campuslifemagz.com/landing.php?kategori=profile&id=994
Kalau Negeri Jakarta paling cuma dibeli. Terbukti banyak doktor lulusan UNJ kelas UNIMA tidak betul. Modal harta. Doktor instant.
apa guna banyak gelar doktor klu hanya pelengkap nama saja….buktikan ilmu yang didapat bisa menjadi berkat untuk orang lain..lihat bill gates tidak py gelar embel-embel tapi seluruh dunia menikmati hasil karyanya…bahkan byk orang yg bergelar sampai eslilin belajar sama beliu…good luck
lukas , torang tdk sirik tapi gelar doktor bukan dia yg paling muda….ada yg lebih,dan gelar doktor juga bisa dibayar , kalau makanan mantah ,,,, tdk bisa dipake,,,,
Orang sirik samua di sini. Kalu kita kase apresiasi utk hal hal seperti ini. Persoalan dia dapa gelar dgn cara bgmn, itu dp urusan, jang ngana pusing.
skarang banya skali program2 doktoral cepat saji, bukang cuma makanan cepat saji yang ada……….
Einstein S3 diusia 16 Tahun (sd,smp,sma)…
hehehehe…
Einstein Doktor paling ekstrimis indonesia…
hahahahaha…
bos bukang kita lecekan !!!! doktor termuda 26 thn cindy priady …. sekolah di paris lagi!!!! tdk mungkin dibeli ,,,,, jadi salah kalau ngana doktor termuda ,,,, dan masih ada prof termuda orang indonesia diamerika lagi umur 19 tahun …. jadi ndak kage kita,,,,, paling tdk regen ini ada beli lagi….
Sorie broer torang memang basudara tapi mopilh pa ngana buat dpr..cuma orang bodoh yang
Mau…sedang ng korupsi jong mo pillih broer..waktu rektor saja tidak benar…
Congratulations. Memang katuk keluarga terutama jbs perlu bersyukur. Selamat Dr Sumeke ya. Tantangan berikutnya?. Raihlah prestasi sebisa mungkin. Kenapa tidak berusaha melanjutkan pendalaman ilmu bukan hanya sampai ke negeri cina tetapi melampau negeri cina. Kenapa tidak berusaha melamar ikut Post Doctoral Studi ke Harvard atau ke Universitas “bekend” mana saja ke luar negeri”…..saya doakan. Semoga “Bupati Sajow-Ivansa’ mendukung. Kalau saya tidak keliru, mungkin kan masih ada “dana abadi” yang berasal dari PT Newmont Minahasa Raya untuk pendidikan kan?….OK. syalom from LWS for DPD RI 2014. Vote No 20.
So banya doktor di indonesia yg umur dibawa 27thn bos,, cb skali2 sblum beking berita batanya dulu pa om google
so banyak kote kang itu Doktor2 tambah satu lei. pada ka mana samua dang itu Doktor2?????