MANADO – Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Sulut, Ria Dunggio mengatakan, pihaknya sudah memanggil distributor dan pedagang bahan bangunan guna menanyakan imbas kosongnya stok semen tiga roda.
“Dalam rapat koordinasi diketahui, keterlambatan semen tiga roda masuk Manado, lebih disebabkan masalah produksi, pabrik semen berproduksi pada tanggal 9 Januari 2012, karena itu terjadi keterlambatan pengangkutan ke Manado, diperkirakan tiba di Manado pada akhir Februari 2012 nanti,” kata Ria.
Kosongnya semen tiga roda hingga Januari ini, kata Ria berdampak harga jual eceran semen di pasaran Manado tetap bertahan di harga tinggi kisaran Rp56 ribu hingga Rp57 ribu per zak 50 kg.
“Membeli semen untuk renovasi rumah dan harganya di bulan Desember dan pertengahan Januari 2012 masih tetap sama di kisaran Rp56 ribu hingga Rp57 ribu per zak,” kata Hantje, warga Malalayang.
Data Disperindag Sulut menyebutkan, stok semen yang ada di Manado saat ini, hanya ada jenis Tonasa dengan data terakhir sebanyak 5.200 ton, jumlah tersebut jauh dari kebutuhan bulanan daerah ini yang diperkirakan berkisar 20 ribu ton per bulan.(del)
