”Soal Kisruh Berlatar Agama, dan Pembakaran Gereja”
MANADO – Menyikapi kisruh berlatar belakang agama, pembakaran gereja, dan adanya organisasi yang dengan sewenang-wenang menutup rumah makan, dan lainnya dengan mengatasnamakan agama tertentu menjadi keprihatinan berbagai elemen masyarakat.
Satu di antaranya diutarakan DPC GAMKI Manado melalui Wakil Ketua Bidang Idiologi GAMKI Manado, Annes Supit SS, yang meminta Presiden SBY, Menteri Agama, dan elemen negara terkait lainnya termasuk kepolisian agar mampu memberikan kenyamanan kepada seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
”Negara ini lahir dan besar, dengan menyadari bahwa ada kemajemukan sebagai suatu keniscayaan, tapi kalau negera membiarkan terjadi penindasan terhadap kaum minoritas, ini menandakan komitmen berbangsa dan bernegara di Indonesia sudah diingari, ”ujarnya.
Hal senada diutarakan Wakil Sekretaris DPP GAMKI, Arnold Dimpudus. Baginya, pemerintah harus memberi rasa keadilan bagi kaum minoritas. ”Ada pembakaran gereja di Riau, ada penutupan sekolah Kristen, dan lainnya yang menimpa kaum minoritas. Di mana pemerintah? Mana aparat bertindak secara adil? Ini tentunya menjadi keprihatikan kita bersama, ”ujar Dimpudus.(bmw)

@ Sdr Arnold Dimpudus,Sy mengerti pendapat anda, karena hal2 yg terjadi di wilayah anda juga terjadi di wilyah barat,Sbgai informasi sy telah coment kpd sdr.Annes Supit,dlm artikelnya SUDAH MERDEKA tetapi…dst.Anda dapat membacanya dan membahasnya dg Sdr. Anne Supit , juga mengadopsi ide sdr. Franky Mokodompis tentang bgmn mengKONGKRITKAN tuntutan2 secara jalur Hukum krna Negara kita adlah negara HUKUM. Terima ksih, Rahman Timur. 4 Des 20011. Menunggu koment anda.
Saya mendukung sepenuhnya tindakan GAMKI Manado. Maju terus GAMKI, Tuhan memberkatimu.
Mengakui Kristen sebagai sebuah kelompok minoritas adalah perasaan tidak percaya diri yang tidak perlu dikembangkan. Konstitusi kita tidak mengenal diktator mayoritas dan tirani minoritas. TIDAK ADA KELOMPOK MINORITAS di Indonesia. Bahwa Indonesia ada, itu juga karena peran Kristen dan seluruh komponen agama, suku, dan golongan yang berjuang sebagai founding fathers. Soal dukungan pemerintah, agama berdiri tegak sejajar dan tidak perlu diintervensi lebih jauh oleh negara. Jika ada kelompok yang merasa tidak diperlakukan adil, seburuk-buruknya kondisi hukum dan proses peradilan, itu menjadi tempat satu-satunya harapan. Apalagi GAMKI Manado hampir penuh dengan para pengamat, praktisi, dan ahli hukum. Kalau cuma berkoar ini dan itu tanpa konkritisasi, maka kepercayaan masyarakat terhadap GAMKI juga akan hanya sebatas permukaan.