
Bitung – Pengguna jalan Tewaan-Apela dikejutkan dengan tumpukan karung di lokasi bekas TPA Kelurahaan Tewaan Kecamatan Ranowulu.
Warga menduga, karung plastik berwarna putih itu berisi sisa pembakaran batu bara atau flay-ash mengingat isinya berwarna hitam.
“Isinya seperti pasir halus berwana hitam dan kuat dugaan flay-ash karena dulu barang seperti itu sering dibuang ke tempar ini,” kata salah satu warga, Anto, Jumat (25/01/2019).
Dari penelusuran, karung-karung itu berasal dari PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) dan itu dibenarkan Humas PT MNS Kota Bitung, Lolita Rombang.
Dikonfirmasi via WhatsApp, Lolita mengaku sudah mengecek lokasi dan menyatakan karung-karung itu bukan berisi flay-ash.
“Saya kemarin sudah cek di lokasi Tewaan. Pertama saya infokan bahwa karung tersebut bukan fly ash. Bukan limbah B3. Melainkan bungkil kopra kami yang terbakar di gudang kopra Wangurer bulan Desember 2017 lalu,” kata Lolita.
Menurutnya, karung-karung berisi bungkil itu bukan lagi tanggungjawab pihaknya karena sudah milik pihak asuransi.
“Kami sudah claim ke pihak asuransi dan sudah dibayarkan. Barang tersebut sudah menjadi milik asuransi termasuk pengeluarannya,” katanya.
Ditanya soal siapa pihak asuransi yang membuang karung-karung itu, Lolita mengaku tidak tahu menahu.
“Saya juga tidak tahu. Itu wewenang asuransi dengan pihak ketiga. Kami cukup sampai dengan asuransi,” katanya.
(abinenobm)
