Manado – Sinyalemen terjadinya politik uang dalam Konfrensi Daerah (Konferda) GAMKI di Hotel Indraloka Kinilow Tomohon pekan lalu makin kuat. Seorang peserta mengaku kepada wartawan bahwa ada pengusaha yang mem-back up pemilihan tersebut dengan membayar suara peserta.
Peserta yang namanya tidak mau ditulis menyebutkan pengusaha ini berasal dari luar Sulawesi Utara (Sulut). “Ia punya kepentingan bisnis di daerah ini dan bisnisnya tergolong besar,” ucap sumber, Selasa (4/9).
Ia enggan meberitahu kepada wartawan pengusaha yang dimaksud. Namun sampai saat ini peserta maupun semua yang terlibat dalam konferda tersebut tidak tahu kenapa pengusaha ini membayar semua biaya.
Sementara itu pengamat hukum dan pemerintahan, Toar Palilingan menuturkan, dengan adanya dugaan politik uang di setiap pemilihan OKP mengindikasikan pemuda sudah pragmatis. “Fokus perjuangan pemuda sudah beda dengan yang dulu,” ucapnya singkat. (cci)
