Minut

Denny Sompie: PAD Mineral Bukan Logam Rawan Bocor

Airmadidi—Potensi pendapatan galian mineral bukan logam di Minut cukup tinggi.

Sayangnya, pemanfaatan sektor penting ini rawan kebocoran.

“Berdasarkan hasil kajian Komisi C Dekab Minut kondisi ini rawan. Alasannya, galian mineral bukan logam dalam satu tongkang dengan kapasitas 15 ribu kubik yang dikirim lewat lintas provinsi menghasilkan pendapatan ke pemkab Rp600 juta. Ini kecil,” tutur Ketua Komisi C Dekab Minut Denny Sompie.

Guna menyelamatkan kebocoran PAD, Komisi C berencana melakukan pengecekan di lokasi-lokasi yang memiliki potensi ini.

“Kita akan turun melihat potensi galian mineral bukan logam di Desa Lilang dan pabrik minuman Coca-cola bersama tim Dipenda, sehingga dari hasil check on the spot ini akan diketahui potensi PAD-nya,” papar Sompie.

Selain itu, peningkatan pengawasan perlu diefektifkan, dalam tujuan meminimalisir kecurangan.

“Keberadaan pos pengawasan di lokasi galian mineral bukan logam penting ditingkatkan. Soal retribusi semuanya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009,” tutupnya.(Finda Muhtar)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara