
Manado, BeritaManado.com – Nuansa sukacita Natal menyelimuti seluruh pengurus dan anggota komunitas tari line dance The Collective Dance (TCD) Sulawesi Utara (Sulut) dalam perayaan Pra-Natal yang digelar hangat dan penuh makna.
Acara tersebut dipusatkan di Luis Swimming Pool, Sukur, Minahasa Utara (Minut), pada Minggu (14/12/2025).
Mengusung tema “Berjalan Bersama Sang Juru Selamat” dan sub tema “Hidup dalam Terang Kasih-Nya yang Membawa Damai dan Pengharapan,” perayaan ini ditegaskan bukan sekadar ajang kumpul tahunan, melainkan sebuah seruan untuk menginternalisasi makna Natal yang sesungguhnya dalam kehidupan komunitas.
Apresiasi dan Rasa Bangga
Rasa puji syukur dan kebanggaan diungkapkan oleh Ketua Umum TCD Sulut, Everdina Tangapo, yang akrab disapa Dina.
Ia memberikan apresiasi khusus terhadap pelaksanaan acara yang dinilainya sukses berkat kerja sama seluruh anggota.
“Saya bangga dengan The Collective Dance karena dalam perayaan ini tidak ada panitia. Terima kasih untuk yang sudah bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga semua berjalan dengan baik,” ujar Dina.
Menurutnya, kebersamaan dan inisiatif anggota ini adalah bukti nyata bahwa TCD adalah satu keluarga.
“Kebersamaan ini menjadi bukti TCD bukan sekadar komunitas tari line dance, tetapi sebuah keluarga besar yang saling mendukung dan tumbuh bersama,” tegasnya.

Penguatan Nilai Kasih dan Kebersamaan
Dina menjelaskan bahwa pemilihan tema dan sub tema ini berfungsi sebagai pengingat.
“Tema dan Sub Tema yang ada mengingatkan bahwa dalam proses dan kerja TCD, kita tidak bekerja sendiri, Tuhan selalu hadir menyertai,” katanya.
Ia berharap momen perayaan ini dapat semakin menguatkan semua anggota dalam nilai kasih, yang menjadi inti dari pesan Natal.
“Biarlah ini jadi momen sederhana namun bermakna dan mari simpan tawa kebersamaan malam ini dalam hati,” tutur Dina.
Mengakhiri sambutannya, Ketua Umum TCD Sulut ini menyampaikan harapan untuk komunitasnya.
“Saya sebagai Ketua Umum mengucapkan selamat merayakan Natal dan menyongsong Tahun Baru. Semoga Tuhan Yesus memberkati setiap langkah, menguatkan kebersamaan kita, dan menuntun perjalanan TCD agar terus menjadi berkat bagi banyak orang,” tandasnya.

Hati yang Bersih, Jauh dari Kegelapan
Dalam Ibadah Pra Natal TCD, Pendeta Hendry Reinhard Kondoj STh menyampaikan bahwa kelahiran Sang Juru Selamat adalah sumber sukacita terbesar.
Namun, ia menekankan bahwa makna Natal jauh lebih dalam dari sekadar kemeriahan pernak-pernik yang menyala dan berwarna-warni.
Dengan tegas, Pendeta Hendriks mengingatkan bahwa Tuhan tidak peduli dengan semua ornamen lahiriah tersebut.
“Natal tidak ada artinya jika hati kita masih dalam kegelapan. Makna Natal sia-sia jika dalam hati kita masih ada rasa benci, iri, dan masih nyaman akan yang namanya Dosa,” pungkasnya, mengutip nasihat dari Yesaya 60:1-2.
