Laser scanner ini dilengkapi 4 kamera beresolusi 13 megapiksel dan 5 bracket HDR yang mampu memberikan hasil tangkapan gambar yang detail dan jelas.
Dengan begitu para insinyur sipil dan kontraktor dapat memahami situasi lingkungan secara detail dan dapat menentukan strategi pembangunan yang tepat.
Kemudian ada juga Leica DSX, yang merupakan Ground Penetrating Radar (GPR) untuk solusi pemetaan bawah tanah.
Alat ini dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi yang ada di bawah tanah, seperti jaringan kabel, jalur pipa, dan infrastruktur bawah tanah lainnya.
Dengan teknologi yang terdapat pada Leica DSX, kontraktor dapat dengan mudah mengumpulkan data dengan akurat tanpa harus menggali tanah secara manual.
Danang Kurniawarman selaku Marketing Manager PT Datascrip mengatakan, hadirnya Leica Pegasus TRK, melengkapi produk yang telah ada sebelumnya yaitu Leica BLK360 dan Leica DSX, sehingga pihaknya berharap dapat membantu para ahli di bidang pemetaan perkotaan untuk mencapai tujuan mereka dengan lebih efektif dan efisien.
“Ketiga solusi ini telah dilengkapi dengan teknologi AI terbaru yang dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan pemetaan perkotaan, serta membantu proses digitalisasi aset pemetaan perkotaan dengan lebih cepat dan akurat,” ujar Danang Kurniawarman.
Selain menghadirkan alat solusi pemetaan perkotaan, PT Datascrip juga menjamin layanan purnajual, termasuk training penggunaan alat.
PT Datascrip sebagai authorised distributor Leica Geosystems Indonesia memasarkan Leica TRK 500 Neo dan Leica TRK 700 Neo, untuk kedua tipe ini memiliki perbedaan di kecepatan pengambilan datanya, TRK 700 memiliki kecepatan pengambilan data hingga 500 Hz, sementara TRK 500 memiliki kecepatan 250 Hz.
(***/srisurya)
