Siapa sangka, zemua tantangan ini diterobos para stakeholder.
“Kita harus mengedor (Batoki) pintu Singapura. Singapura adalah lokasi strategis. Pintu menuju dunia. Ditambah Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw sangat komit memajukan pariwisata. Ayo ke Singapura,” tegas Merry.

Mantan Ketua ASITA Sulut ini penuh yakin menyatakan, Singapura potensial karena maskapai penerbangan Scoot TigerAir milik Singapura lagi membuka jalur ke Manado.
Semangat ini pun didukung penuh Kadis Henry Kaitjily sang motor pariwisata.
Walhasil trip to Singapura pun terwujud.
Tak peduli para stakeholder Harus mengeluarkan biaya masing-masing untuk tiba di negeri sejuta malam ini.
Dan, woww!
Saat tiba di Singapura, luarbiasa kekompakan mereka dalam memanfaatkan momentum bisnis.
Salah satunya, dalam pertemuan di KBRI Singapura Jumat malam.
Dengan piawai, Merry Karouwan mulai ngedor pintu Singapura.
Terbukti, dalam jamuan di KBRI saat itu, mereka berhasil meyakinkan CEO Scoot Tigerair Mr Johanes untuk tetap mempertahankan rute penerbangan Singapura ke Manado.
Mr Johanes memang mam itu turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Dia bersama Ismail selalu VITO (Visit Indonesia Tourism Officer) Kemenparekraf Singapora turut hadir dan jadi tamu kehormatan Dubes RI untuk Singapore Suryapratomo.
Secara antusias para stakeholder melakukan percakapan dengan Johanes dan pihak VITO.
Saya terpukau mengamati cara mereka saat itu. Misalnya Merry Karouwan.
Dia menyerahkan produk ekrafnya Kain Waya dan Sabun terbuat dari rempah khas Minahasa Daun Sere.
Itu diserahkan ke Johanes.
Kemudia Angelic memaparkan potensi sejumlah lokasi resortnha yang tersebar di Lembeh, Bangka dan Bunaken.
