
Winangun, BeritaManado.com — Suara gesekan sapu lidi dan riuh rendah percakapan warga menjadi penanda dimulainya sebuah gerakan sederhana namun sarat makna di Kelurahan Winangun Satu, Lingkungan II, Sabtu (7/3/2026) pagi.
Hari itu, umat Katolik dari Wilayah Rohani (WR) Santo Hieronimus, Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, memutuskan untuk membawa iman mereka keluar dari gedung gereja dan membawanya langsung ke jalanan.
Bersama Kepala Lingkungan II, Brigitha Rewur, puluhan umat yang dipimpin oleh Alva Sarajar tampak bahu-membahu memunguti sampah plastik yang mengotori sudut-sudut pemukiman.
Bagi Ketua WR Santo Hieronimus Alva Sarajar, aksi ini bukan sekadar agenda bersih-bersih rutin.
Ini adalah wujud kepedulian dan implementasi konkret dari tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 yang menekankan pentingnya berjalan bersama antara Gereja dan Pemerintah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa iman tidak hanya dirayakan dalam doa dan pertemuan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Umat WR Santo Hieronimus menyadari bahwa kami adalah bagian dari masyarakat yang harus berjalan bersama pemerintah demi kebaikan bersama,” ujar Alva Sarajar.
Ia menekankan bahwa di Masa Prapaskah ini, berjalan bersama pemerintah adalah cara mereka mencintai sesama dan alam.
Senada dengan hal tersebut, Brigitha Rewur selaku kepala lingkungan merasa sangat terbantu dengan inisiatif ini.
Menurutnya, pemandangan umat gereja yang menyatu dengan warga tanpa sekat adalah potret gotong royong yang mulai langka di era modern.
“Kolaborasi ini luar biasa. Umat St. Hieronimus membuktikan bahwa kerja sama antara masyarakat dan pemerintah bisa dimulai dari hal kecil, namun bisa menghasilkan suatu hal yang positif bagi lingkungan,” ungkap Brigitha penuh apresiasi.
Menariknya lagi, aksi bersih-bersih ini ternyata hanya sebuah permulaan.
Sinergi antara WR Santo Hieronimus dan pemerintah setempat dikabarkan akan berlanjut ke program-program sosial lainnya yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Ke depannya, mereka telah merancang agenda kolaboratif mulai dari:
• Fasilitasi pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA).
• Penyuluhan hukum untuk edukasi warga.
• Hingga program penyuluhan kesehatan.
Semangat “Berjalan Bersama” yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan komitmen jangka panjang.
Melalui tumpukan sampah plastik yang berhasil dikumpulkan hari itu, umat WR Santo Hieronimus sedang menuliskan sebuah kesaksian bahwa kehadiran Gereja harus menjadi berkat yang nyata bagi lingkungan di mana pun mereka berada.
(***/jenlywenur)
