
Ratahan – Walau perkembangan kasus COVID-19 terus menurun dan disertai turunnya PPKM ke level 3, Penerapan sistem belajar di sekolah atau tatap muka di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) masih urung diterapkan.
Dikatakan Sekretaris Daerah, David Lalandos, di masa pandemi COVID-19 ini, kepentingan umum, khususnya anak didik, jadi perhatian besar pihaknya sehingga sistem daring masih menjadi pilihan.
“Bupati James Sumendap sudah tegaskan bahwa demi keselamatan anak-anak, saat ini kita tidak akan ambil risiko terapkan belajar di sekolah,” ungkap David Lalandos.
Sebab menurutnya, untuk penerapan belajar tatap muka di Mitra, pihaknya akan mempertimbangkan capaian vaksinasi bagi anak usia sekolah, bukan pada level PPKM atau lainnya.
“Jadi kalau capaian vaksinasi anak sekolah sudah di atas 80 persen, baru akan kita pertimbangkan untuk penerapan belajar tatap muka,” tandasnya.
Lanjut dijelaskannya, pihaknya belum bisa memastikan kapan capaian vaksinasi untuk anak akan menyentuh angka di atas 80 persen.
“Semua ini tergantung pada stok vaksin. Kalau dosis Vaksin Sinovac untuk anak usia 12-17 tahun tersedia, mungkin satu bulan sudah bisa dicapai,” pungkasnya.
Sejauh ini dirinya bersyukur karena Dinas Kesehatan Mitra sudah menginformasikan bahwa stok vaksin saat ini masih cukup banyak.
“Makanya kami berharap peran orang tua untuk mendukung agar anak mereka yang masih di usia sekolah 12-17 tahun untuk divaksin. Sebab vaksinasi merupakan salah satu kunci untuk memutus mata rantai COVID-19,” tutupnya.
Diketahui, dari data Satgas per 31 Agustus 2021, dari sasaran vaksinasi untuk anak usia 12-17 Tahun di Mitra yang berjumlah 13.277, sejumlah 2.398 anak sudah divaksin dosis pertama, sedangkan yang sudah divaksin dosis kedua sebanyak 937 anak.
(Jenly Wenur)
