Berita Utama

Bomber di Filipina WNI? Begini Penegasan Sinyo Harry Sarundajang

melalui webdiskusi yang digelar Group WhatsApp Justitia Societas dan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Manado, Sabtu (6/6/2020)
SH Sarundajang menyapa warga Sulut melalui webdiskusi yang digelar Group WhatsApp Justitia Societas dan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Manado, Sabtu (6/6/2020) lalu.

Manado, BeritaManado.com — Berbagai kabar yang menyebut pelaku bom bunuh diri di Filipina adalah Warga Negara Indonesia (WNI), masih belum bisa dipastikan.

Duta besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Republik Palau, Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS) kepada BeritaManado.com dari Manila mengatakan semua harus menunggu pernyataan resmi dari pemerintah Filipina.

Sinyo Harry Sarundajang juga menegaskan belum ada WNI yang dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa biadab itu.

“Yang meninggal ada 16 orang termasuk pelaku dan puluhan mengalami luka-luka,” kata Sarundajang, Jumat (28/8/2020).

Mengutip pernyataan Kepala Komando Barat, Mayor Jenderal Corleto Vinluan, Sarundajang menyebut pelaku bom adalah dua orang wanita.

Yang pertama diidentifikasi bernama Nanah, merupakan penduduk asli Basilan yang diketahui adalah janda dari Norman Lasuca.

Norman Lasuca sendiri pelaku bom bunuh diri di Sulu pada Juni 2019.

“Sementara pelaku kedua Indah Nay, istri pejuang Abu Sayyaf Taha Jumsa alias Abu Taha. Kedua pelaku disebutkan warga lokal,” terang Sarundajang.

Ledakan yang mengguncang Pulau Jolo di wilayah selatan Filipina, Senin (24/8/2020) turut menewaskan tentara dan polisi.

Bom dari peledak rakitan ini dipasang pada sepeda motor di dekat supermarket.

Tidak lama berselang, insiden kedua kembali terjadi sekira pukul 13.00 waktu setempat.

Lokasinya hanya berjarak sekitar 80 meter dari ledakan pertama.

Jolo merupakan sebuah kota di Pulau Jolo, Provinsi Sulu, Filipina.

Pada 2019, pernah terjadi pengeboman di Katedral Bunda Maria dari Gunung Karmel di Jolo, Sulu.

Tragedi pada Minggu pagi ini menewaskan 27 orang dan 77 mengalami luka-luka.

(Alfrits Semen)

Baca juga:

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara