Potensi yang dimiliki saat ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Minahasa sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang kaya akan cita rasa dan budaya.
Arah pengembangan yang dapat menjadi fokus kebijakan antara lain adalah penetapan Kawangkoan sebagai kawasan wisata kuliner khas Minahasa.
Selain itu perlu juga dilakukan penataan sentra kuliner dan UMKM dalam satu kawasan terpadu, penguatan branding “Kawangkoan Kota Kuliner Minahasa”, Festival kuliner tahunan berskala regional dan nasional.
Yang tidak kalah pentingnya adalah pengembangan wisata oleh-oleh berbasis UMKM, integrasi wisata kuliner dengan wisata budaya dan sejarah, digitalisasi promosi dan pemasaran produk kuliner lokal.
Untuk menopang rencana besar tersebut, perlu dilakukan peningkatan standar higienitas dan pelayanan usaha kuliner serta penyediaan ruang kreatif bagi generasi muda pelaku usaha kuliner serta mendorong investasi sektor kuliner dan ekonomi kreatif.
Disamping hal-hal yang menjadi konsep strategis tersebut ada satu hal panting yang harus diketahui seluruh lapisan masyarakat, bahwa Bahwa Kawangkoan tetap harus terus berbenah.
Hal ini bukan hanya melakukan berbagai hal demi mendukung terwujudnya apa yang diharapkan, melainkan juga mempersiapkan diri agar siap menghadapi berbagai dinamika pada sektor tersebut.
Stefen Supit, salah satu tokoh masyarakat Kawangkoan, kepada BeritaManado.com, Selasa (23/6/2026) mengatakan bahwa modal dasar yang harus ada adalah membangun pola pikir yang berfokus pada kesadaran diri tentang perlunya memiliki karakter rasa memiliki.
“Hal ini penting, karena tanpa rasa memiliki, maka semua yang dikerjakan baik pemerintah atau pihak lain akan menjadi sia-sia,” ungkap Stefen Supit.
