Ia kembali menegaskan bahwa kesediaan memimpin Permesta Sulut murni didasarkan pada komitmen dan concern-nya terhadap eksistensi dan perjuangan para orang tua terdahulu.
“Pelaksanaan Musyawarah ditetapkan pekan ini karena menyesuaikan dengan waktu saya. Terus terang saya memiliki banyak pekerjaan. Makanya ketika dihadapkan pada adanya persoalan yang belum clear, saya putuskan untuk menunda pelaksanaan Musda ini,” imbuh pria yang mengaku tidak ambil pusing dengan keruwetan organisasi terkait penetapannya sebagai Ketua, karena dirinya memiliki banyak pekerjaan.
(Jy)
