Kedua organisasi ini terus mengobarkan semangat merah putih pada peristiwa pengibaran bendera Indonesia ini kepada masyarakat.
Sebab masih banyak yang belum tahu bahwa peristiwa yang sama dengan 10 November di Surabaya Tahun 1945, terjadi juga di Sulawesi Utara.
Sehingga menyatakan kepada dunia bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 diakui dan diperjuangkan oleh bangsa Indonesia di bagian Barat maupun bagian Timur.
SALUT BUAT GUBERNUR YULIUS
Di Tahun 2026, kerinduan rakyat Sulawesi Utara mendapatkan jawaban yang pasti. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen Purn. TNI, Yulius Selvanus, SE mempersiapkan berbagai kegiatan akbar untuk perayaan peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946.
Mulai dari Lomba Olahraga Memanah yang menghadirkan para atlit dari seluruh penjuru tanah air Indonesia. Bahkan, kegiatan upacara resmi di Lapangan Sario lengkap dengan parade, drama kolosal dengan sutradara Pak Gubernur sendiri yang dibantu oleh sutrada nasional Nugroho. Para berkuda dan kendaraan yang digunakan dalam merebut kemerdekaan turut diperagakan.
Dan yang paling membuat masyarakat bergembira dan bersyukur, yakni pada tanggal tersebut dikibarkan Bendera Merah Putih satu tiang penuh, bukan hanya diperkantoran tetapi di depan rumah-rumah penduduk di wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Hal itu diperintahkan melalui Surat Edaran Gubernur kepada para Wali Kota dan Bupati di daerah Nyiur Melambai itu.
Tentunya hal tersebut bagi rakyat Sulawesi Utara yang umumnya memiliki semangat dan jiwa nasionalisme Indonesia akan sepakat berkata: “Salut buat Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus!
Memang tidak heran, bagi mereka yang kenal dekat Pak Gubernur. Pria berdarah campuran Minahasa-Toraja ini, adalah keturunan pejuang. Terutama ibu kandungnya, berasal dari desa Kakas dan Remboken. Dari Remboken, memiliki darah Sumual dan Tendean. Masih masih keluarga dekat dengan Ventje HN Sumual dan Piere Tendean.
Masyarakat umumnya mengetahui bahwa Ventje Sumual dikenal dalam perjuangan bersama Soeharto di Yogyakarta, yang terkenal dengan peristiwa ‘Janur Kuning’. Hal yang sama dengan Kapten Piere Tendean yang adalah salah seorang Pahlawan Nasional.
Semua kita mengharapkan bahwa setiap tahun, pada tanggal 14 Februari akan diperingati. Dan bendara merah putih dikibarkan. Juga, semoga pengakuan secara defacto dan deyure akan diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto bahwa 14 Februari menjadi Perayaan Nasional yang dirayakan segenap bangsa Indonesia. Jika 10 Nopember adalah Hari Pahlawan maka 14 Pebruari, Hari Merah Putih. Semoga.
(Penulis, Sekretaris DPD GPPMP Sulawesi Utara, mantan wartawan).
