Bahu jalan telah dikapling dengan menempatkan barang tertentu agar tidak dilewati kendaraan
Manado – Berdasarkan pantauan BeritaManado, trotoar dan bahu jalan disejumlah wilayah disepanjang jalan Piere Tendean (Bolevard) telah dialihkan fungsinya sebagai lahan usaha baru bagi sebagian masyarakat dan pengusaha tertentu.
Maraknya ‘kapling’ trotoar dan bahu jalan dapat dilihat dengan banyaknya penjualan bensin botolan. Selain itu, toko maupun rumah makan pun menjadikan trotoar dan bahu jalan sebagai lahan parkir kendaraan bermotor yang terkesan milik pribadi.
Parahnya lagi, diatas trotoar berdiri tegak tiang reklame yang dengan jelas menutup akses pejalan kaki, sebagaimana fungsi trotoar seharusnya. Pemandangan yang sudah berlangsung lama ini pun terkesan dibiarkan oleh pihak-pihak terkait. Sehingga fungsi trotoar di Kota Manado bukan lagi sekedar sarana pejalan kaki, tapi berubah menjadi lahan usaha. (leriandokambey)
Trotoar telah dikuasai penjual bensin dalam botol, pejalan kaki terpaksa melintas di bahu jalan. Sayangnya, bahu jalan juga telah dikuasai dengan menempatkan barang tertentu seperti box bekas, dll.





Itu kan nyata2 melanggar peraturan dan hukum.
.
Yang saya heran, walikota dan jajarannya selalu lewat2 dan tahu bahwa itu salah tapi kenapa di biarkan saja.
.
Siapa yang lebih berhak dengan pedestrian ini? Rakyat yang bayar pajak atau para PKL/asongan yg setor2 pungli ke aparat?
.
Yang lebih lucu lagi, rakyat yang kasih gaji pemda/DPR dengan pasukan pamongprajanya.
.
Apanya yang susah menyuruh orang jangan berjualan di trotoar?
Apanya yang susah…….?
Coba orang pemnda kaseh tahu kamari, apanya yang susah?
.
Bukannya kalian punya didanain untuk bikin ketentraman?
Atau pasukannya kurang?
.
saya lebih condong menilai kurang manage saja, kurang ngaturnya, alias loss control.